Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bupati Bantaeng Tak Ingin Digantikan Istrinya

M Nurdin Abdullah, akan mengakhiri jabatannya sebagai Bupati Bantaeng pada tahun 2018.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Timur, Edi Sumardi

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - M Nurdin Abdullah, akan mengakhiri jabatannya sebagai Bupati Bantaeng pada tahun 2018.

Profesor agrikultur ini menjabat bupati di kampung halaman ayahnya selama dua periode. Nurdin diakui sebagai kepala daerah paling berhasil memimpin di Sulawesi Selatan dan telah membawa perubahan besar, meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dinilai berhasil dan membawa perubahan, Nurdin meraih kepercayaan (trust) tinggi. Dia pun mengakui, warga tak merelakan dirinya hanya menjabat dua periode. Konstitusi tak memperbolehkan kepala daerah menjabat tiga periode.

Banyak yang bertanya, apakah Nurdin akan digantikan istrinya sebagai bupati atau putranya? Diakui Nurdin, warga Bantaeng pun sebenarnya banyak yang menginginkan dirinya digantikan kerabat.

"Istri saya cukuplah jadi dosen di Universitas Hasanuddin. Jadi istri yang baik, ibu bagi anak-anak saya, bukan jadi bupati," kata Nurdin kepada Tribun Timur (Tribunnews.com Network), Jumat (11/4/2014).

Nurdin yang banyak berguru di Jepang tak ingin membangun dinasti politik. Kerabatnya pun tak ada yang memegang jabatan di Bantaeng.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tak ada juga disiapkan putra mahkota," ujar Nurdin menjawab, saat ditanya soal politik kekerabatan.

Menantu mantan Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Fachruddin ini juga mengkritisi soal politik kekerabatan kepala daerah di Sulawesi Selatan.

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas