Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bripda Taufik Hidayat Kaget Dengar Kabar Ahok Ingin Meneleponnya

Dia terperangah. Bukan karena mengetahui siapa yang menelepon, tapi karena pesan yang dibawa si penelepon itu kepadanya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Bripda Taufik Hidayat Kaget Dengar Kabar Ahok Ingin Meneleponnya
Tribun Jogja/Santo Ari
Bripda Muhammad Taufik Hidayat saat menunjukkan rumahnya. Ia dan keluarga tinggal di bangunan yang sebelumnya dipakai untuk kandang sapi. 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Bripda M Taufik Hidayat, anggota Sabhara Polda DI Yogyakarta tak bisa menyembunyikan rasa kagetnya saat mengangkat telepon dari nomor tak dikenal di ponselnya. Dia terperangah. Bukan karena mengetahui siapa yang menelepon, tapi karena pesan yang dibawa si penelepon itu kepadanya.

Saat sambungan telepon itu masuk, Kamis (15/1/2015) siang, di rumah Taufik di Dusun Jongke Tengah RT04/RW23, Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, sedang ramai oleh wartawan. Saat itulah ponsel Taufik berdering.

Komunikasi per telepon itu dilakukan seseorang yang mengaku dari Polda Metro Jaya. Orang yang tak disebutkan identitasnya oleh Taufik menyebutkan bahwa Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta akan meneleponnya langsung.

Disebutkan oleh si penelepon itu, Ahok--demikian Gubernur DKI Jakarta biasa disapa--terkesan dengan perjuangan Taufik, dan berniat mengontaknya.

"Ya siap ndan, maaf mohon diulangi. Siap ndan, siap," ucap Taufik berbicara dengan seseorang di telepon.

Usai menerima telepon, Bribda M Taufik spontan mengatakan, bahwa yang menghubunginya adalah polisi dari Polda Metro Jaya.

"Siap ndan, tadi dari Polda Metro Jaya, katanya Pak Ahok mau menelpon saya," ujar Taufik kepada Wadir Sabhara Polda DIY, AKBP Prihartono.

Rekomendasi Untuk Anda

Nama Taufik menjadi perbincangan setelah kisah perjuangan hidupnya untuk menjadi anggota kepolisian gencar dilansir media. Dalam kisah itu diungkapkan, dia harus rela berjalan kaki sejauh tujuh kilometer dari rumah yang adalah bekas kandang hewan menuju ke Mapolda DIY. (Kompas.com/Wijaya Kusuma)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas