Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Kini Rakyat Biasa Jadi Pangeran di Keraton

Rakyat biasa juga bisa jadi pangeran di Keraton, sebelumnya juga sudah ada

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo
zoom-in Kini Rakyat Biasa Jadi Pangeran di Keraton
KOMPAS.com/Yustinus Wijaya Kusuma
Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamenkubuwono X di Bangsal Kencana, Jumat (6/3/2015) mengeluarkan sabdatama. 
Memuat video…

KPH Yudhahadiningrat dan KPH Suryahadiningrat merupakan putra dari GBPH Suryobronto, sedang KPH Pujaningrat merupakan putra dari GBRAY Sindurejo. “Semuanya masih cucu HB VIII,” ujarnya.

Hak Sultan

Adik Sultan HB X, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Yudhaningrat mengatakan, pengangkatan seorang pangeran sentana adalah hak Sultan. Namun tentunya pengangkatan tersebut jika dianggap perlu.

Ia menilai, pengangkatan tiga abdi dalem yang adalah cucu HB VIII itu karena oleh Sultan dianggap berjasa pada Keraton.

Terlebih ketiganya sebelumnya sudah melewati sejumlah kepangkatan mulai Bupati Anom, Bupati Sepuh hingga Bupati Kliwon.

Raja Keraton Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Bawono 10, saat ditemui di Kepatihan, Rabu (19/8/2015) mengatakan, pengangkatan abdi dalem menjadi KPH merupakan hal yang biasa.

Sebab ketiga pangeran baru tersebut juga merupakan abdi dalem Keraton.

Rekomendasi Untuk Anda

“Itu kan abdi dalem, itu kan masalah internal bukan (urusan) Pemerintah Daerah yang mendapatkan gelar kanjeng. Ini internal abdi dalem Keraton yang bertugas di Keraton,” kata Sultan yang juga Gubernur DIY tersebut.

Saat ditanya apa pertimbangannya memilih tiga orang abdi dalem tersebut menjadi pangeran sentana, Sultan tak bersedia memberikan penjelasan. Ia hanya menegaskan bahwa mereka adalah penghageng di Keraton, bukan di pemerintahan.

“Itu internal saya, kenapa tanya? Kalau kenaikan pangkat di sini kok enggak? Gitu aja dipersoalkan,” kata Sultan. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas