Sri Sultan Prihatin Pemerintah Arab Saudi Kurang Memperhatikan Keselamatan Para Jemaah
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, prihatin dengan musibah jatuhnya crane di area Masjidil Haram.
Editor: Dewi Agustina

Pihaknya memastikan, calhaj yang meninggal dunia akibat kecelakaan mendapatkan asuransi dan santunan. Asuransi berasal dari biaya perjalanan yang sudah memuat setoran asuransi.
Selain itu, juga akan mendapat santunan dari pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi.
"Informasi, Presiden Jokowi akan memberikan santunan, dari Kerajaan Arab Saudi juga akan memberikan santunan.
Tapi teknisnya belum tahu secara pasti besarnya," tuturnya.
Ia menambahkan, selain korban meninggal dunia, terdapat jemaah calhaj dari DIY yang mengalami luka patah kaki, yaitu atas nama Umi Dalijah, warga Jragung RT 01 Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman (sebelumnya sempat diberitakan dari Bantul).
Luka patah kaki tidak memperoleh asuransi namun mendapatkan pengobatan gratis sampai sembuh.
Umi Dalijah juga tetap dapat menjalankan ritual ibadah haji, meskipun ia belum sembuh total.
Nantinya akan dibantu petugas untuk menjalankan rukun haji hingga tuntas.
"Yang belum sehat akan ditandu oleh petugas sampai di area wukuf di Arofah. Karena haji itu harus sampai di Arofah, kalau tidak sampai di Arofah berarti belum haji," katanya.