Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

KM Wihan Sejahtera Tenggelam, Keputusan Rambo Meloncat, Salah

"Orang-orang teriak. Saya ikut panik lalu mencari selamat. Barang-barang tidak saya pedulikan."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Robertus Rimawan
zoom-in KM Wihan Sejahtera Tenggelam, Keputusan Rambo Meloncat, Salah
Surya/Benni Indo
Rambo mengalami dislokasi sendi kaki usai terjun dari ketinggian 30 meter setelah loncat dari KM Wihan Sejahtera yang karam di Teluk Lamong, Gresik, Senin (16/11/2015). Pascakejadian itu ia menjalani perawatan di Rumah Sakit PHC Perak Surabaya, Selasa (17/11/2015), ditemani bibinya Saudah. 

PERISTIWA karamnya Kapal Motor (KM) Wihan Sejahtera rute Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya)-Ende (NTT), di perairan Teluk Lamong, Senin (16/11/2015), menyisakan kisah dramatis yang sulit terlupakan bagi Fadli Adam (30).

Pria yang bekerja sebagai sopir truk besar itu mengaku meloncat dari ketinggian sekitar 30 meter demi menyelamatkan nyawanya.

Ia tak lagi mempedulikan barang-barang bawaannya.

Hanya satu tujuan yang terlintas di benaknya saat itu yaitu tetap hidup.

"Ada mama dan istri di kampung halaman, makanya saya memilih menyelamatkan diri," ucap lelaki yang telah kehilangan anak pertamanya itu, Selasa (17/11/2015).

Sekitar 10 menit setelah mendengar dentuman keras, KM Wihan Sejahtera mulai oleng ke kanan. Para penumpang segera berhamburan menyelamatkan diri masing-masing.

Orang-orang yang berada di bawah lari menuju atas mencari posisi aman.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat kapal sudah dalam posisi miring ke kiri, Rambo, sapaan sehari-hari Fadli Adam, memilih menuju bagian atas kapal.

Ia mengambil pelampung dan mengenakannya sembari berlari menuju bagian depan kapal.

Namun ketika kapal mulai tenggelam, Fadli dihadapkan pada keputusan yang sulit.

Antara bertahan dan meloncat, Rambo pun memutuskan memilih meloncat.

"Orang-orang teriak. Saya ikut panik lalu mencari selamat. Barang-barang tidak saya pedulikan," kenangnya.

Saat itu Rambo berada di dek empat, posisi paling atas KM Wihan Sejahtera. Ketika menengok ke bawah, yang terlihat hanya air laut.

Dari ketinggian sekitar 30 meter itulah ia melompat.

Rambo mendarat dengan posisi kaki terlebih dahulu menyentuh permukaan air.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas