Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

KM Wihan Sejahtera Tenggelam, Keputusan Rambo Meloncat, Salah

"Orang-orang teriak. Saya ikut panik lalu mencari selamat. Barang-barang tidak saya pedulikan."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Robertus Rimawan
zoom-in KM Wihan Sejahtera Tenggelam, Keputusan Rambo Meloncat, Salah
Surya/Benni Indo
Rambo mengalami dislokasi sendi kaki usai terjun dari ketinggian 30 meter setelah loncat dari KM Wihan Sejahtera yang karam di Teluk Lamong, Gresik, Senin (16/11/2015). Pascakejadian itu ia menjalani perawatan di Rumah Sakit PHC Perak Surabaya, Selasa (17/11/2015), ditemani bibinya Saudah. 

Apalagi, Rambo tidak memiliki uang untuk membayar operasi.

Sekalipun sudah ada bantuan, ia tetap memilih pergi dari Surabaya.

"Biarlah saya pulang besok. Biar disembuhkan secara tradisional di kampung halaman," tegasnya.

Rencananya, Rambo pulang ke Ende naik pesawat, Rabu (18/11), sekitar pukul 10.00 WIB.

Tidak banyak yang ia bawa pulang ke Ende karena barang-barangnya telah hilang bersama tenggelamnya kapal.

"Ya pakai kursi roda pulang ke kampung halaman," tambahnya.

Saat di rumah sakit, ia ditemni Saudah (45), bibinya. Saudah, yang akrab dipanggil Mama Leman tampak lemas.

Rekomendasi Untuk Anda

Matanya terlihat merah.

Saudah mengaku keempat keponakannya menjadi korban tenggelamnya KM Wihan Sejahtera.

Dari penuturannya, tiga keponakannya selamat, sedangkan yang mengalami luka hanya Rambo.

Ketiga keponakannya berada di hotel dan segera pulang dalam waktu yang tidak lama.

"Kejadian ini mengagetkan saya. Saat itu saya dihubungi saudara dari Flores dan saya langsung datang ke RS ini," kata Saudah.

Rambo kerap datang ke Surabaya karena bekerja sebagai sopir.

Dalam sebulan, bisa ampai empat kali pergi pulang dari Ende ke Surabaya.(surya/benni indo)

Sumber: Surya
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas