Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cerita Supriyanto Dihempas Gelombang Tsunami dari Ulee Lheue Hingga ke Lamteumen

Musibah mahadahsyat yang terjadi 11 tahun silam, masih terpatri di hati dan ingatan masyarakat Aceh.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Cerita Supriyanto Dihempas Gelombang Tsunami dari Ulee Lheue Hingga ke Lamteumen
Serambi Indonesia/ Subur Dani
Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa aduddin Djamal, Wali Kota Bogor Bima Arya dan sejumlah Kepala SKPA menaburkan bunga di kuburan massal Ulee Lheue, Sabtu (26/12/2015). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Subur Dani

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Musibah mahadahsyat yang terjadi 11 tahun silam, masih terpatri di hati dan ingatan masyarakat Aceh.

Salah satunya Supriyanto warga Pante Riek, Banda Aceh.

Sabtu (26/12/2015) pagi, Supriyanto bersama anaknya menziarahi kuburan massal Ulee Lheue, Banda Aceh.

Dengan mata berkaca-kaca usai berdoa, Supriyanto coba bercerita bagaimana saat ia digulung gelombang tsunami, 26 Desember 2004 silam.

"Saya saat itu di Ulee Lheue, saya terbawa arus hingga ke Gudang Kurnia di Lamteumen. Jauh sekali saya dibawa arus, dari sini (Ulee Lheue) hingga ke Lamteumen," kata Supriyanto.

Dalam musibah tersebut, ia kehilangan istri dan dua anaknya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya tetap teringat mereka, walaupun kini saya telah berumah tangga lagi. Tapi insya Allah doa selalu kita kirim, saya tetap ikhlas," ucapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas