Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menghilang, Dua PNS Dinas Kebakaran Surabaya Diduga Ikut Gafatar

Keikutsertaan PNS di lingkungan Pemkot Surabaya ke organisasi masyarakat (ormas) terlarang Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) teridentifikasi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Menghilang, Dua PNS Dinas Kebakaran Surabaya Diduga Ikut Gafatar
gafatar.org
Ketua Umum Gafatar, Mahful M. Tumanurung. 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Keikutsertaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Surabaya ke organisasi masyarakat (ormas) terlarang Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) teridentifikasi.

Keduanya atas nama Achmad Rifai alias AR (45) dan Sucipto alias SC (43), yang sehari-hari berdinas di Dinas Kebakaran Kota Surabaya.

Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya Candra Oratmangun ketika dikonfirmasi, Kamis (21/1/2016), mengakui dua nama itu adalah anak buahnya.

"Keduanya tidak masuk kerja tanpa keterangan alias bolos. Achmad Rifai sudah tidak masuk kerja hampir 30 hari atau sebulan. Sedangkan Sucipto, baru seminggu," kata Candra.

Bahkan, sebagai pimpinan, pihaknya sudah menyiapkan sanksi untuk keduanya. Namun, Candra menegaskan, sanksi yang diberikam masih karena kedisplinan pegawai. Belum karena tergabung dengan organisasi tanpa izin tersebut.

Candra mengatakan, terkait keikutsertaan dua PNS itu, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol Linmas) Kota Surabaya.

Lebih lanjut, Candra menyebut, kedua PNS itu, dari informasi yang diterimanya masih diduga tergabung Gafatar.

Rekomendasi Untuk Anda

Belum ada kejelasan secara resmi. Namun di Bakesbangpol Linmas, keduanya sudah termasuk bagian dari puluhan PNS Pemkot Surabaya yang bergabung dengan Gafatar dan telah meninggalkan kota Surabaya untuk pindah ke Kalimantan Barat.

Kepala Bakespangpol Linmas, Soemarno, mengakui informasi itu dan mengatakan kedua PNS ini meninggalkan Surabaya bersama seluruh keluarganya.

 
"Ya memang betul. Keduanya berangkat seminggu yang lalu. Tapi istri dan anaknya berangkat lebih dulu," kata Soemarno.

Kepastian keduanya bergabung dengan Gafatar, setelah pihaknya melakukan penelusuran ke kerabat masing masing dan mengakui keduanya pindah ke Kalimantam Barat bergabung dengan Gafatar.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas