Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Klaim Pemimpinnya Adalah Al Mahdi, Pasukan Akhir Zaman 313 Persilahkan Tes DNA

Bahkan, kelompok ini mengklaim dan menegaskan bahwa Tuan Muhammad Zubir itu adalah keturunan langsung dari Nabi Ibrahim.

Klaim Pemimpinnya Adalah Al Mahdi, Pasukan Akhir Zaman 313 Persilahkan Tes DNA
TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS
Puluhan Pasukan Akhir Zaman 313 saat mengepung kantor Konjen Malaysia di Jl Diponegoro, Medan, Jumat (29/1/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN  -  Puluhan orang yang mengatasnamakan dirinya Pasukan Akhir Zaman 313 menyatakan bahwa pemimpin mereka bernama Tuan Muhammad Zubir Amir bin Amir Abdullah, adalah Al Mahdi Al Muntazhar.

"Jika pemerintah Malaysia dan Ulama JAKIM (Jabatan Kemajuan Islam Malaysia) tidak mengundang kami untuk berdiskusi, maka mereka membenarkan bahwa Tuan Muhammad Zubir adalah Al Mahdi Al Muntazahar," ungkap Pasukan Akhir Zaman yang dikomandoi Muhammad Rizali di depan Konjen Malaysia, Jumat (29/1/2016).

Menurut pengikut Tuan Muhammad Zubir ini, pimpinan mereka sama sekali tidak sesat.

Bahkan, kelompok ini mengklaim dan menegaskan bahwa Tuan Muhammad Zubir itu adalah keturunan langsung dari Nabi Ibrahim.

"Jika menurut saudara keterangan dari Tuan Muhammad Zubir masih jauh dari kepuasan hati saudara, kami memberikan ruang dan waktu untuk Anda melakukan penelitian terhadap Tuan Zubir," ungkap massa.

Mereka juga mempersilahkan melakukan tes DNA untuk membuktikan pernyataannya tersebut.

"Silahkan lakukan pemeriksaan tes DNA terhadap pemimpin kami. Namun, hasil penelitian itu nantinya harus diumumkan seluas-luasnya kepada publik di Indonesia dan Malaysia maupun negara-negara lainnya," ungkap massa.

Sebagaimana diketahui, aksi massa Pasukan Akhir Zaman 313 ini dilakukan setelah pemerintah Malaysia menyatakan bahwa pemimpin mereka bernama Tuan Muhammad Zubir bin Zubir Amir Abdullah adalah sesat.

Pemerintah Malaysia menolak keras keberadaan kelompok berjubah hitam ini.

Lantaran tidak terima dengan statemen pemerintah Mamaysia, kelompok ini sempat beberapa kali melakukan aksi di Kota Medan.

Mereka juga melakukan aksi di Konsulat Jendral Malaysia di Jl Diponegoro Medan, menuntut agar pemerintah Malaysia meminta maaf.(*)

Ikuti kami di
Penulis: Array Anarcho
Editor: Wahid Nurdin
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas