Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Polisi Panggil Seluruh Sopir Angkot Jurusan Samata-Sungguminasa terkait Kasus Pencabulan

Sebanyak 34 sopir angkutan kota jurusan Samata-Sungguminasa, Gowa, dipanggil ke Mapolres Gowa, Rabu.

Editor: Dewi Agustina
zoom-in Polisi Panggil Seluruh Sopir Angkot Jurusan Samata-Sungguminasa terkait Kasus Pencabulan
Tribun Timur/Wa Ode Nurmin
Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Mochammad Yunus Saputra (kemeja putih) saat mengumpulkan para sopir dihalaman Polres Gowa, Rabu (3/2/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Wa Ode Nurmin

TRIBUNNEWS.COM, SUNGGUMINASA - Sebanyak 34 sopir angkutan kota jurusan Samata-Sungguminasa, Gowa, dipanggil ke Mapolres Gowa, Rabu (3/2/2016).

Puluhan sopir tersebut dipanggil menyusul adanya laporan kasus pencabulan dan kekerasan anak dibawah umur atas nama AR (15).

Dari keterangan salah seorang sopir, Amir Daeng Janji (39), mereka awalnya diminta datang ke SMPN 3 Sungguminasa.

"Dari sana kami lalu diminta ke sini. Katanya ada laporan pencabulan siswa SMP. Jadi kita semua kesini," katanya.

Mereka pun diminta untuk berjejer sesuai arahan Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Mochammad Yunus Saputra.

Namun setelah diperhatikan oleh korban melalui jendela dalam ruangan Kasat Reskrim, tidak ada satupun pelaku yang dimaksud korban.

Berita Rekomendasi

Para sopir ini lalu diminta pulang, dan diminta agar bekerjasama dengan polisi untuk membantu mencari pelaku.

Dari penjelasan Yunus, korban saat kejadian hendak pulang dari sekolah Rabu (27/1/2016) lalu.

Saat menumpang di mobil angkot jurusan Samata-Sungguminasa warna biru itu, tiba-tiba menurut keterangan korban, dipaksa meminum air mineral oleh pelaku, kemudian korban pingsan.

Dalam kondisi setengah sadar, korban mengaku dibawa ke sebuah rumah kosong. Dan dia juga merasa disetubuhi. Korban sempat melawan namun mendapat pukulan.

"Pengakuannya seperti itu (disetubuhi) dalam kondisi setengah sadar. Kita masih tunggu hasil visum," ujarnya.

Pihak Polres Gowa rencananya akan kembali memanggil beberapa sopir yang biasa dikenal sebagai sopir tembak.

Amir Daeng Janji, mengatakan di antara mereka memang biasa menggunakan sopir tembak atau ganti sopir.

"Mungkin saja sopir tembak. Karena dari ciri-ciri yang disebutkan, putih dan masih muda, bisa saja. Yang seperti itu memang ada," katanya.

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas