Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Guru Disatroni Harimau Sampai Menteri Marah-marah Ditinggal Pesawat

Penemuan ladang ganja, guru disatroni harimau di Aceh, wartawan kena tonjok kasus pembunuhan, Menteri Marwan marah, sekelumit berita hanya nusantara.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Y Gustaman
zoom-in Guru Disatroni Harimau Sampai Menteri Marah-marah Ditinggal Pesawat
TRIBUN JATENG/MUH RADLIS
Warga Jalan Anggrek, Semarang Tengah, Kota Semarang dibuat takut oleh kemunculan banyak ular, Rabu (24/2/2016). 

Sementara mengenai persoalan delaynya penerbangan kedua yang ditumpangi Marwan setelah tertinggal pesawat pertama, Benny mengaku belum mengetahui. Ia harus menghubungi staf Garuda di lapangan.

Ular Keliaran Bikin Resah Warga

Warga Jalan Anggrek, Semarang Tengah, Kota Semarang, ketakutan banyak ular bermunculan. Ular jenis piton itu tak hanya muncul di luar rumah namun beberapa di antaranya ditemukan di dalam rumah warga.

Terakhir, seorang pembantu rumah tangga di Jalan Anggrek X, Sriyati (50) hampir kejatuhan ular sepanjang 50 sentimeter itu.  Saat itu, Sri sedang mandi dan tiba-tiba ular itu jatuh ke lantai.

"Dari atas internit jatuhnya. Saya lagi mandi," beber Sri yang kaget lalu teriak sekencang-kencangnya meminta pertolongan.

Warga Jalan Anggrek, Semarang Tengah, Kota Semarang dibuat takut oleh kemunculan banyak ular, Rabu (24/2/2016). TRIBUN JATENG/MUH RADLIS

Teriakan Sri didengar oleh Totok, tetangga yang memang sudah sering menangani temuan ular di Jalan Anggrek X.

Rekomendasi Untuk Anda

Totok menangkap ular tersebut dan mengamankannya. Rupanya, temuan ular itu di Jalan Anggrek sudah puluhan kali dan sudah membuat warga resah.

"Selama satu bulan terakhir sudah banyak temuan ular, sering sekali," kata Totok.

Totok menuturkan, selama sebulan terakhir warga dibuat takut oleh ular-ular tersebut. Terlebih ular itu tidak hanya ditemukan di lahan terbuka melainkan sudah masuk ke rumah warga.

Kena Bogem Terdakwa Pembunuhan

Abdullah Lutfianto (55), terdakwa pembunuh anak dan istri menjalani sidang putusan di ruang sidang Garuda, Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (24/2/2016).

Majelis hakim yang diketuai Darwanto sempat membacakan vonis selama 15 menit. Namun, tiba-tiba Darwanto menghentikan sidang. Kita skors sidang dulu ya. Tetap akan putus hari ini," ujar Darwanto.

Abdullah sempat berjalan ke kursi ruang sidang. Namun tiba-tiba dia mengamuk dan menyerang wartawan. "Aku emoh digambar (direkam, red). Aku emoh digambar (direkam, red)," seru Abdullah sambil melayangkan pukulan.

Suasana sidang putusan terhadap Abdullah Lutfianto, terdakwa kasus pembunuhan istri dan anaknya di Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (24/2/2016). SURYA/DAVID YOHANES
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas