Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
Live
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Soal Brigadir Pemutilasi Anak Kandung, Psikolog: Saking Banyak Masalah, Kontrol Diri Berkurang

"Pemeriksaan psikologis secara lengkap harus dilakukan untuk mengetahui yang terjadi dengan dia."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Robertus Rimawan
zoom-in Soal Brigadir Pemutilasi Anak Kandung, Psikolog: Saking Banyak Masalah, Kontrol Diri Berkurang
IST

TRIBUNNEWS.COM - Psikolog Biro Konsultasi Psikologi Persona, Rika Indatri meminta jajaran Polda Kalbar tak buru-buru menyatakan Brigadir Petrus Bakus menderita skizofrenia.

Menurutnya, perlu dilakukan pemeriksaan komprehensif terhadap oknum polisi tersebut.

"Kita harus lihat dulu penyebabnya seperti apa. Sebaiknya kita mencari tahu bagaimana kepribadian sehari-hari pelaku."

"Orangnya tertutup atau tidak. Dalam rentang waktu ini, apa masalahnya. Apa ada permasalahan pekerjaan, keluarga atau keuangan," ujar Rika kepada Tribunpontianak.co.id, Jumat (26/2) siang.

Rika menyatakan, saking banyak masalah, kontrol diri seseorang akhirnya berkurang.

"Mudah stres atau depresi. Merasa seolah-olah berhalusinasi. Mendengar suara-suara yang menyuruh dia melakukan sesuatu. Pemeriksaan psikologis secara lengkap harus dilakukan untuk mengetahui yang terjadi dengan dia," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, khusus jajaran Kepolisian digegerkan ulah oknum anggota Kepolisian Polres Melawi, yang diduga telah membunuh dan memutilasi dua anak kandungnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Peristiwa nahas ini terjadi di Asrama Polres Melawi, Gg Darul Falah, Desa Pal, Kecamatan Nanga Pinoh, diperkirakan terjadi Jumat (26/2/2016) sekitar pukul 00.40 WIB dini hari.

Kedua korban itu anak laki-laki berinisial Fabian berusia 4 tahun dan anak perempuan berinisial Amora yang usianya 3 tahun.

Pelaku pembunuhan, Brigadir Petrus Bakus (PB) merupakan ayah kandung kedua korban.(Tribun Pontianak/Iin Sholihin)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas