Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pembuangan Bayi Marak, Ini Pemicunya Menurut Psikolog Irna Minauli

Ketidaksiapan menjadi orangtua serta beban psikologis yang menyertai membuat mereka mencari jalan pintas dengan membuangnya

Pembuangan Bayi Marak, Ini Pemicunya Menurut Psikolog Irna Minauli
Sriwijaya post/Odi Aria Saputra
Tubuh Salsabila seorang bayi berusia sembilan bulan masih tampak lemas di Dinas Sosial (Dinsos) Sumsel, Jalan Kapten Anwar Sastro Palembang, Kamis (14/1/2016). 

Anak yang tidak dikehendaki  umumnya menjadi anak pemberontak dan merasa tidak puas dengan dirinya.

"Banyak orangtua yang mengadopsi anak-anak yang tidak dikehendaki ini sering mengalami kesulitan dalam membesarkannya," ujarnya.

Apabila melihat dari pandangan behavior genetics yang menyatakan bahwa perilaku orangtua juga akan diturunkan pada anaknya.

Dapat dibayangkan jika anak tersebut merupakan anak dari hubungan seks di luar nikah.

"Maka kemungkinan besar ketika mereka dewasa pun akan mengulangi perilaku yang serupa dengan apa yang telah dilakukan orangtuanya," katanya

Dikatakannya, banyak kasus yang datang ke tempat praktiknyaseolah membuktikan teori behavior genetics ini.

Seolah sebaik apa pun orangtua asuh namun mereka sering kewalahan dengan ulah anak adopsinya.

Terlebih ketika anak tersebut tumbuh remaja dan mulai mencari identitas dirinya termasuk ingin mengetahui bagaimana kondisi kedua orangtua kandungnya.

Mereka sering memiliki bayangan yang lebih ideal tentang kedua orangtuanya.

"Ketidakjelasan tentang siapa orangtua kandungnya sering membuat anak-anak ini kemudian menjadi gelisah dan bahkan dapat mengarah ke depresi," ungkapnya.

Penulis: Array Anarcho
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas