Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Batalyon Arhanudse 15 Semarang Libatkan Istri Cegah Prajurit Terlibat Narkoba

Batalyon Arhanudse 15 Semarang melibatkan istri-istri untuk membentengi suami mereka yang bertugas sebagai prajurit tak mengonsumsi narkoba.

Tribun Jateng/Muh Radlis
Sekitar 300 anggota Batalyon Arhanudse 15 Semarang beserta istri nampak serius mendengarkan materi Penyuluhan Hukum dan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Markas Yonarhanudse 15, Selasa (22/3/2016).
Tribun Jateng/Muh Radlis
Sekitar 300 anggota Batalyon Arhanudse 15 Semarang beserta istri nampak serius mendengarkan materi Penyuluhan Hukum dan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Markas Yonarhanudse 15, Selasa (22/3/2016).
Tribun Jateng/Muh Radlis
Sekitar 300 anggota Batalyon Arhanudse 15 Semarang beserta istri nampak serius mendengarkan materi Penyuluhan Hukum dan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Markas Yonarhanudse 15, Selasa (22/3/2016).

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Muh Radlis

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sekitar 300 anggota Batalyon Arhanudse 15 Semarang beserta istri, serius mendengarkan materi Penyuluhan Hukum dan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Markas Yonarhanudse 15, Selasa (22/3/2016).

Meski riang dan rewelnya bocah-bocah anak prajurit Yonarhanudse 15 di sela barisan orang tuanya, namun orangtua mereka tetap serius mendengarkan materi yang dibawakan oleh Kumdan (Hukum Kodam) IV Diponegoro dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng.

Komandan Batalyon Arhanudse 15 Semarang, Mayor Arh Camas Sigit Prasetyo, mengatakan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi ini sengaja dilakukan sebagai bentuk perang terhadap narkoba.

Camas menuturkan, sosialisasi dan penyuluhan merupakan tahap awal dari rencana "pembersihan" anggota Yonarhanudse 15 dari peredaran narkoba.

"Awalnya langkah persuasif dulu, sosialisasi dan penyuluhan. Pemerintah sudah menyatakan perang terhadap narkoba," kata Camas kepada Tribun Jateng.

Mengapa melibatkan istri, menurut Camas istri atau keluarga terdekat sangat berperan penting agar prajurit terhindar dari bahaya narkoba.

"Mereka bisa saling menjaga, istrinya bisa mengingatkan," katanya.

Camas mengatakan peredaran narkoba tidak hanya mengincar masyarakat umum melainkan prajurit TNI juga. "Makanya kami juga menyatakan perang terhadap narkoba," kata dia.

Penulis: Muh Radlis
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas