Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kurniawan Kaget Ada Fosil di Hotel

Baginya, fosil tersebut merupakan barang yang cukup langka, dan jarang ia lihat dan ia temukan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Monica Felicitas
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Kurniawan Kaget Ada Fosil di Hotel
SURYA/MONICA FELICITAS
Suasana Mini Expo kerajinan NTT yang dipamerkan di Hotel Garden Palace, Senin (24/4/2016). 

Laporan wartawan Surya, Monica Felicitas

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - "Ihh apa itu, kok bentuknya begini," ujar Surya Kurniawan, salah satu tamu saat melihat fosil hewan di pelataran Hotel Garden Palace Surabaya, Senin (25/4/2016).

Baginya, fosil tersebut merupakan barang yang cukup langka, dan jarang ia lihat dan ia temukan.

Terlihat ia mengamati fosil dengan seksama sambil menyentuh barang tersebut.

Fosil dan beberapa barang yang berjejer dipelataran Hotel Garden Palace Surabaya ini, merupakan barang-barang Mini Expo yang dilakukan oleh pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka promosi investasi produk dan jasa unggulan NTT.

Antara lain fosil, tenun ikat, akar dan batang cendana, ukiran, lukisan, kuliner khas NTT berupa emping jagung, kerupuk rumput laut, agar agar, kerupuk paru sapi ,sasando miniatur, kopi flores, patung kayu, bebatuan pajangan, dan lain sebagainya.

"Kegiatan ini merupakan kerjasama dari Event Organizer (EO), Laskar Timor, PT Masmurni tbk, IBT Center, dan Hotel Garden Palace Surabaya, dan terutama tim kreatif biro ekonomi sentra Provinsi NTT," ujar Hermanus Seran Tae, Ketua EO.

Rekomendasi Untuk Anda

Beberapa tami asing dari Amerika , Australia, Jepang, dan Perancis yang mengunjungi pameran ini, terlihat antusias dengan membeli beberapa barang kerajinan khas NTT yang dipajang.

Beberapa waktu yang lalu, pameran ini juga mendapatkan kunjungan istimewa dari Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Pameran kerjasama Pemda Jatim dan Pemda NTT ini diramaikan oleh kerajinan dari 22 Kabupaten di NTT, yang menjual barang dari harga Rp 100.000,00 hingga Rp 30.000.000,00.

Sebelumnya juga diselenggarakan pertunjukan seni budaya yang ditampilkan, seperti tarian adat dan kesenian dari NTT.

"Omset kami, hingga hari terakhir ini, (Senin 25/4/2016), sudah mencapai Rp 1,1 Milyar," imbuh Hermanus.(*)

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas