Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Asep Heran Istrinya Sempat Koma Enam Hari Usai Operasi Berjam-jam di RSKIA Astanaanyar

Asep menceritakan, istrinya sempat koma selama enam hari dirawat di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Astanaanyar Kota Bandung.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Asep Heran Istrinya Sempat Koma Enam Hari Usai Operasi Berjam-jam di RSKIA Astanaanyar
Tribun Jabar/Teuku Muh Guci S
Asep Irfan Rahman Gojali (39), mengusap Yuli Supriati (36) yang terbaring lemah di salah satu ruang rawat inap di RS Melinda dua, Jalan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, (17/5/2016) sekitar pukul 16.00 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Hujan deras baru saja reda, Selasa (17/5/2016) sekitar pukul 16.00 WIB.

Asep Irfan Rahman Gojali (39), bergegas mengendarai motor ke Rumah Sakit Melinda dua, Jalan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.

Warga Jalan Riung Bakti 4 nomor 4 B RT 6/11 Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage ini hendak menengok kondisi istrinya, Yuli Supriati (36).

Yuli masih terbaring lemah di salah satu ruang rawat inap di RS Melinda dua.

Kala itu Yuli masih tertidur kala awak media ikut membesuk. Seorang wanita berkerudung terlihat duduk di samping kiri tengah melantunkan ayat-ayat suci Alquran.

Wanita berkerudung merah itu pun berhenti sejenak setelah Asep datang bersama awak media.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sudah seminggu istri saya menjalani proses penyembuhan di rumah sakit ini," kata Asep sambil mengusap kepala istrinya.

Asep menceritakan, istrinya sempat koma selama enam hari dirawat di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Astanaanyar Kota Bandung.

Ia sendiri tak mengetahui mengapa istrinya bisa sampai koma setelah dioperasi berjam-jam di rumah sakit milik Pemerintah Kota Bandung itu.

"Ada sekitar 10 jam, mulai dari jam 01.00 istri saya dioperasi caesar untuk mengeluarkan janin yang katanya meninggal di dalam kandungan," ujar pria yang menjabat ketua Majelis Wali Cabang (MWC) NU Kecamatan Gedebage.

Diceritakan Asep, adanya asumsi dokter soal meninggalnya janin di rahim istrinya itu setelah dirujuk ke RSKIA Astanaanyar.

Sebelumnya, istrinya menjalani proses persalinan di Klinik Alfaiha Medika, Jalan Parakansaat, Kecamatan Arcamanik.

"Kami memang rutin memeriksakan kandungan di Alfaiha. Waktu pembukaan dua pada 3 Mei 2016 sore kami ke klinik. Waktu itu ada dokternya. Dia bilang kalau pembukaan lima, jika janin susah keluar akan dipecah ketubannya," ujar pria yang juga Sekretaris MUI Kecamatan Gedebage.

Namun, kata Asep, dokter justru menghilang ketika pembukaan lima. Asep dan istrinya memutuskan menunggu kedatangan dokter kandungan itu di Klinik Alfaiha.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas