Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketua RT Tewas Gantung Diri

Ardiansyah yang juga menjabat sebagai ketua RT setempat ini, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di ruang tengah rumahnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ketua RT Tewas Gantung Diri
Tribun Sumsel/Slamet Teguh Rahayu
Ardiansyah saat ditemukan gantung diri di kediamannya, Selasa (7/6/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Sumsel, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Ardiansyah (37), warga Jalan Abi Kusno CS Lorong Anggrek RT 7 RW 2 Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, tak dapat lagi berkumpul bersama keluarganya dalam menjalani ibadah puasa tahun ini.

Pasalnya Ardiansyah yang juga menjabat sebagai ketua RT setempat ini, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di ruang tengah rumahnya.

Diduga, peristiwa naas tersebut bermula karena sering terjadinya keributan antara Ardiansyah dan istrinya Novarika (36).

Diduga tak kuat menahan tekanan hidup, membuat Ardiansyah nekat mengakhiri hidupnya.

Informasi yang dihimpun Tribun Sumsel (Tribunnews.com Network), malam sebelum kejadian sempat terjadi keributan di antara pasangan suami istri yang telah memiliki tiga orang anak ini.

Karena kejadian tersebut, membuat Novarika beserta anak-anaknya pergi meninggalkan rumah.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, saat kembali pada pagi harinya, Selasa (7/6/2016) sekitar pukul 10.00 WIB, Novarika dikejutkan ketika ia melihat suaminya tersebut sudah tewas dengan posisi tergantung dengan seutas tali berwarna kuning yang melingkar di lehernya.

Di bawah jenazah Ardiansyah yang tergantung, juga ditemukan sebuah kursi rotan yang diduga digunakan Ardiansyah untuk penyangga tubuhnya, sebelum tewas dengan gantung diri.

Novarika histeris dan membuat warga berdatangan ke rumah yang didominasi berwarna biru itu.

Selanjutnya, petugas dari Polsek Kertapati, dan Tim Identifikasi Polresta Palembang langsung datang serta mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang Bari.

Selama dievakuasi, Novarika tampak menangis histeris dan terduduk di kursi rotan di rumahnya. Tak ada ucapan yang keluar dari mulutnya, ia hanya terus menangis di pelukan keluarganya.

Sementara anak korban, Gea (16) saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan, ia tak mengetahui pasti kejadian tersebut.

Menurutnya, saat ia pulang ke rumah, rumah sudah dalam keadaan terkunci. Setelah dibuka dengan kunci cadangan yang dibawa oleh orang tuanya, ia melihat ayahnya tersebut sudah dalam keadaan tergantung.

"Saya diajak pergi semalam, saat pulang sudah seperti itu. Tidak ada firasat apa-apa," katanya.

Sumber: Tribun Sumsel
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas