Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ada Bungker Berisi Bahan Peledak dan Petasan Siap Edar di Jombang

Polres Jombang menggerebek sentra produksi petasan alias mercon di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur, Jumat (24/6/2016).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Ada Bungker Berisi Bahan Peledak dan Petasan Siap Edar di Jombang
Surya/Sutono
Polisi mengumpulkan ribuan petasan dan bahan peledak yang ditemukan disembunyikan di bungker di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur, Jumat (24/6/2016). 

Laporan Wartawan Surya, Sutono

SURYA.CO.ID, JOMBANG - Polres Jombang menggerebek sentra produksi petasan alias mercon di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur, Jumat (24/6/2016).

Di dalam sebuah rumah tempat produksi petasan terdapat bungker berukuran besar. Polisi kemudian membongkar ruangan bawah tanah tersebut.

Dari situlah diketahui di dalam ruangan rahasia terdapat ribuan petasan berbagai jenis yang siap edar.

Polisi juga menemukan bahan peledak, sumbu, alat pemotong kertas, serta bahan baku mercon lainnya yang seluruhnya disita.

"Pemilik rumah berinisial I. Sayangnya, pelaku sudah kabur sesaat sebelum petugas datang. Makanya pemilik rumah ini kita jadi DPO," ujar Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto, saat memimpin penggerebekan.

Mendapatkan temuan itu, petugas tidak langsung puas.

Rekomendasi Untuk Anda

Penyisiran kembali dilakukan di sekitar rumah I. Lagi-lagi petugas menemukan ratusan mercon yang disembunyikan di kandang ayam.

Mercon siap edar itu disimpan dalam karung plastik. Seluruh barang berbahaya itu kemudian dikumpulkan dan dijadikan sebagai barang bukti.

Kapolres menjelaskan, razia ke Desa Keras memang sengaja dilakukan sebagai bagian operasi cipta kondisi.

Desa ini merupakan salah satu dari lima sentra industri mercon di Jawa Timur. Mercon hasil produksi warga Keras membanjiri pasar gelap petasan di berbagai kawasan Jatim.

"Sebelum razia, kami sudah melakukan pendekatan ke warga. Mereka kami imbau agar tidak lagi memproduski mercon. Ini berbahaya, dan dapat dijerat undang-undang darurat, dengan ancaman cukup berat. Ternyata warga tetap saja memproduksi mercon. Buktinya, kamu temukan bungker raksasa yang digunakan menyembunyikan ribuan mercon," imbuh Agung.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas