Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
Live
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Enam Perempuan Misterius Dibalik Kematian Aipda I Wayan Sudarsa Diburu Polisi

Setelah mendekat ke lokasi asal teriakan, dari jarak 4 meter Suryana menyaksikan ada 6 perempuan dan seorang lelaki di pinggir pantai itu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Enam Perempuan Misterius Dibalik Kematian Aipda I Wayan Sudarsa Diburu Polisi
Tribun Bali/Prima
Ilustrasi 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, KUTA - Saat menjalankan tugas di pos jaga Hotel Pullman di Jalan Raya Pantai Kuta, Badung, Bali, Suryana (21) tiba-tiba mendengar suara teriakan `oow` dari arah Pantai Kuta.

Saat itu sekitar pukul 01.15 Wita dinihari, Rabu (17/8/2016).

Dengan cepat Suyana pun lari mendekati tempat asal teriakan yang berada di seberang pos jaga.

Namun, setelah mendekat ke lokasi asal teriakan, dari jarak 4 meter Suryana menyaksikan ada 6 perempuan dan seorang lelaki di pinggir pantai itu.

Tiga perempuan duduk di bawah pohon, dua perempuan lain terlihat tangannya merangkul leher seorang lelaki yang sedang telentang di pasir pantai, dan seorang perempuan lagi tampak duduk di atas tubuh lelaki itu.

Suryana tak menyangka bahwa adegan itulah yang tampaknya merupakan bagian dari rangkaian aksi pembunuhan, dengan korban seorang anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Denpasar yang bertugas di Polsek Kuta, yakni Ajun Inspektur Dua (Aipda) I Wayan Sudarsa.

Baca: Aipda Wayan Sudarta Tewas di Pantai Kuta Diduga Korban Penganiayaan

Rekomendasi Untuk Anda

Pada saat kejadian, polisi yang berusia 53 tahun itu sedang dalam tugas giliran jaga di kawasan Kuta.

"Karena mendengar suara rintihan agak keras, saya lantas menuju pantai untuk mengetahui apa yang terjadi. Saat itu, saya melihat ada seorang lelaki dan beberapa perempuan. Perempuan itu, ada yang lokal dan bule. Karena saya kira mereka hanya main-main, maka saya pun kembali ke hotel untuk melanjutkan jaga," kata Suryana kepada Tribun Bali (Tribunnews.com Network) usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolsek Kuta kemarin.

"Saya menyesal, ternyata dua jam kemudian saat mengecek ulang lokasi, saya mendapati lelaki tadi sudah tergeletak bersimbah darah, dan sepertinya sudah tak bernyawa. Saya lantas melapor ke komandan regu jaga hotel," imbuh Suryana yang terlihat wajahnya agak pucat dan mata memerah lantaran belum tidur semenjak menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Suryana mengaku, ia sempat melihat para perempuan itu berjalan-jalan dan tertawa lepas di pantai sebelum dia mengecek ulang lokasi.

Tubuh para perempuan itu dipenuhi pasir putih pantai.

"Saya melihat jelas sekali wajah perempuan yang di atas tubuh korban adalah orang lokal Indonesia. Tapi saya tidak jelas apakah mereka itu banci atau perempuan tulen. Soalnya, saat itu mereka tak bersuara," ujarnya.

Dibantu jajaran Polresta Denpasar, Rabu (17/8/2016) pagi, tim Polda Bali dan Inafis Mabes Polri melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, yang berjumlah tiga orang, dan juga mengamati seluruh CCTV yang ada di seputar TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Seusai meninjau lokasi sekitar pukul 12.00 Wita kemarin, Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto menjelaskan motif dari kasus pembunuhan ini belum bisa disimpulkan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas