Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kereta Api Bahan Bakar Gas Ditargetkan Dapat Beroperasi pada 2018

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan LNG PT Pertamina menargetkan pada bulan April 2018, kereta api berbahan bakar gas sudah dapat beroperasi

Kereta Api Bahan Bakar Gas Ditargetkan Dapat Beroperasi pada 2018
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI
Petugas melakukan pemeriksaan mesin diesel yang sudah dimodifikasi untuk bahan gas dalam gerbong kereta pembangkit di Balai Yasa Yogyakarta, Selasa (11/10/2016). Uji coba penggunaan LNG sebagai bahan bakar kereta api ini merupakan proyek kerjasama antara PT Pertamina serta PT Kereta Api Indonesia ini juga menjadi yang pertama di Asia, kereta dengan bahan bakar gas. TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan LNG PT Pertamina menargetkan pada bulan April 2018, kereta api berbahan bakar gas sudah dapat beroperasi secara komersil.

Didik Sasongko Vice President LNG PT Pertamina menjelaskan akan berdiakusi lebih lanjut dengan PT KAI terkait titik-titik pengisian, uji coba kereta pembangkit, dan lokomotif.

"Akan kita tentukan titik-titik pengisian dengan berdiskusi dengan PT KAI, targetnya secara komersil bisa seluruhnya April 2018," jelanya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energu dan Sumber daya Mineral Kementerian ESDM RI, FX Sutyastoto menegaskan bahwa kereta api berbahan gas tersebut akan terus diuji.

"Ini teknologi baru, dulu menggunakan minyak solar, pemerintah berkepentingan mengurangi minyak di transportasi. Namun kita juga perlu menguji kelayakan dan efisiensi," ujarnya.

Sebelumnya dilaporkan, PT Kereta Api Persero (KAI) bersama LNG PT Pertamina mengembangkan Kereta Api berbahan bakar gas. Kereta Api tersebut dipamerkan di Balai Yasa, Yogyakarta Selasa (11/9/2016).

Executive Vice Presiden UPT Balai Yasa, Eko Purwanto menyebutkan uji coba tersebut berfungsi untuk menguji sisi efisiensi pemakaian bahan bakar.

Selain itu juga melihat seberapa besar pengaruh Liquefied Natural Gas (LNG) dan perawatannya.

"Nanti kita akan terus uji coba. Untuk hasil uji coba kali ini cukup memuaskan. Cukup baik dari performansi genset itu sendiri," jelasnya. (*)

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas