Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mirip Flintstone, Kakek di Kulonprogo Ini Tinggal di Rumah Batu

Menjalani usia senja dengan keluarga merupakan hal yang begitu diidam-idamkan. Namun, tidak demikian dengan Yatiman.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Mirip Flintstone, Kakek di Kulonprogo Ini Tinggal di Rumah Batu
tribunjogja/arfiansyah panji
Bertahun-tahun Yatiman tinggal di rumah batu di tengah hutan Dusun Geden, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulonprogo, (17/10/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNNEWS.COM, KULONPROGO - Menjalani usia senja dengan keluarga merupakan hal yang begitu diidam-idamkan. Namun, tidak demikian dengan Yatiman.

Kakek tersebut lebih memilih hidup dengan kesendirian di sebuah rumah batu.

Berjarak 200 meter dengan tetangga terdekat, Yatiman hanya ditemani pohon trembesi di sekitarnya.

Rumah tersebut terletak di tengah hutan di Dusun Geden, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulonprogo.

Saat itu, Yatiman tampak mengenakan baju polo bergaris biru, celana coklat dengan sehelai kain sebagai ikat pinggang membalut tubuhnya yang renta.

Dengan perlahan, Yatiman keluar dari rumah yang tersusun dari batu tersebut, Senin (17/10/2016).

Rekomendasi Untuk Anda

Meski sederhana, rumah setinggi dua meter dengan lebar tiga kali tujuh meter tersebut tampak tetap kokoh berdiri.

Padahal, kontruksi bangunan tersebut tanpa tambahan perekat bangunan seperti semen.

Dengan atap terpal, Yatiman berlindung dari panas dan hujan di rumah tersebut.

Bertahun-tahun Yatiman tinggal di rumah batu di tengah hutan Dusun Geden, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulonprogo, (17/10/2016).

Meski dengan bahasa ngalor-ngidul dan sedikit nglantur, Yatiman menceritakan pembangunan rumah yang tampak begitu ia banggakan.

Bahkan, Yatiman pun tak segan mengatakan bahwa rumahnya tersebut belum selesai dibangun.

"Le numpuk watu didongkel (menumpuk batu dari batu yang dicongkel). Durung diitung rampung, calonnya dikerjakan lagi dan dilepo," jelasnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas