Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

AirService Australia Perkuat Kerja Sama dengan AirNav Indonesia

AirServices Australia mengunjungi tim AirNav Indonesia di Kantor Makassar Air Traffic Service Centre, Sulawesi Selatan, Senin (7/11/2016).

AirService Australia Perkuat Kerja Sama dengan AirNav Indonesia
Tribun Timur/Fahrizal Syam
Rombongan AirServices Australia dan Kedutaan Besar Australia menyempatkan diri memantau aktivitas dan peralatan operation room saat berkunjung ke Makassar Air Traffic Service Centre (MATSC), Sulawesi Selatan, Senin (7/11/2016). TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL SYAM 

Laporan Wartawan Tribun Timur Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - AirServices Australia mengunjungi tim AirNav Indonesia di Kantor Makassar Air Traffic Service Centre, Sulawesi Selatan, Senin (7/11/2016).

Empat perwakilan AirServices Australia itu, yakni Simon Grafton, Richard Foley-Lewis, Andrew Tuckwood, dan Nicole Brzezawski, didampingi perwakilan Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia Shinta Hapsari, dan Konsulat Jenderal Australia Makassar, Richard Mathews.

Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait mengatakan Indonesia bertanggungg jawab atas  Air Traffic Management yang luas, khususnya perbatasan Indonesia-Australia yang panjangnya mencapai 3000 nautical miles atau 75 ribu kilometer.

"Setiap hari ada lebih dari 250 penerbangan dari wilayah Australia ke Indonesia maupun sebaliknya, jadi dibutuhkan sinergi kuat antara Indonesia dan Australia dalam bidang keselamatan penerbangan ini," jelas Yohanes.

Yohannes berujar ada perbedaan mendasar antara AirNav, Airport dan Airlines.

"Kalau airport dan airlines saling bersaing, supaya bagaimana bisa ramai. Kalau AirNav harus selaras dan bersinergi. Untuk itu kedua negara harus menyamakan layanan navigasinya," jelas dia.

Kerja sama Indonesia dan Australia di bidang navigasi udara telah memajukan penerbangan di wilayah udara kedua negara.

"Kerja sama yang kita lakukan termasuk pertemuan antara staf teknis, pertukaran staf ahli, bantuan operasional, pembentukan sistem laporan keselamatan penerbangan, dan ada juga pertemuan secara berkala antara pejabat senior untuk membicarakan kerja sama pada masa depan," kata dia.

Rombongan dari AirServices dan Kedutaan Besar Australia itu juga menyempatkan diri memantau aktivitas dan peralatan di operation room dan tower ATC.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Timur
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas