Komplotan Perampok Bank Geng Palembang Dibekuk di Gresik Saat Lagi Gembosi Ban Korbannya
komplotan perampok sudah menggembosi ban motor korban yang baru keluar dari bank swasta di Jl Dr Sutomo, Kelurahan Tlogopatut, Kecamatan Gresik.
Editor: Sugiyarto
TRIBUNNEWS.COM, GRESIK - Komplotan perampok nasabah bank Geng Palembang dengan modus gembos ban mobil dan motor di wilayah Gresik ternyata pernah merampok di sejumlah wilayah Kabupaten dan kota di Jatim.
Aksi perampokan itu terjadi, Kamis (29/12/2016).
Saat itu, komplotan perampok sudah menggembosi ban motor korban yang baru keluar dari bank swasta di Jl Dr Sutomo, Kelurahan Tlogopatut, Kecamatan Gresik.
Sekitar 50 meter dari bank para komplotan yang sudah dicurigai anggota Reskrim Polres Gresik langsung dibuntuti, dan ternyata akan merampok nasabah bank.
Saat akan beraksi merampok, anggota Reskrim langsung menangkap tersangka dengan menembak para perampok.
Dua tersangka terkena tembakan di kaki dan satu orang tertangkap saat berusaha lari. Sedangkan masih ada dua orang dari tim perampok yang berhasil kabur.
Setelah dikembangkan ternyata para tersangka telah merampok nasabah bank diberbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
"Spesialis perampok nasabah bank masuk gang Palembang. Mereka sudah beraksi di wilayah Malang, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Mojokerto dan Gresik," kata Kapolres Gresik AKBP Adex Yudiswan, didampingi Kasat Reskrim AKP Heru Dwi Purnomo dan Kanit Pidum Ipda Moch Dawud, Minggu (1/1/2017).
Tiga tersangka komplotan nasabah bank yang berhasil ditangkap yaitu Husin (50), warga kelahiran Palembang yang tinggal di Mulyerejo Baru Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Surabaya.
Engel Bertos alias Aceng (35), kelahiran Palembang yang tinggal di Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya dan Abdullah (36), kelahiran Mangunjaya, Sumatera Selatan yang tinggal di Kandangan, Benowo, Surabaya.
Dua tersangka yang ditembak kakinya yaitu Husin dan Engel Bertos alias Aceng.
Sekarang ini, jajaran Satreskrim Polres Gresik masih mengejar dua komplotan perampok nasabah bank.
"Identitas sudah dikantongi tapi keduanya tidak ada di rumah. Anggota akan memburu keduanya sampai di ujung dunia," imbuh mantan Kapolres Luwu, Sulawesi Selatan ini.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.