Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pabrik Pengolahan Limbah Plastik di Pasuruan Ditutup Paksa

Sebuah pabrik pengolahan plastik bekas di Jalan MT Hariyono, Kota Pasuruan ditutup paksa oleh Pemerintah

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Pabrik Pengolahan Limbah Plastik di Pasuruan Ditutup Paksa
surya/Galih Lintartika
Pabrik Penggolah Limbah Plastik ditutup paksa 

TRIBUNNEWS.COM, PASURUAN - Sebuah pabrik pengolahan plastik bekas di Jalan MT Hariyono, Kota Pasuruan ditutup paksa oleh Pemerintah Kota Pasuruan, Rabu (4/1/2017) siang.

Penutupan ini bukan tanpa alasan. Pabrik ini dinilai tidak mengantongi ijin dan merusak lingkungan.

Warga mengeluhkan bau tak sedap dan polusi yang sering mengganggu pernafasan warga sekitar.

Penutupan ini dilakukan, setelah warga protes keras beberapa waktu lalu. Saat itu, warga sangat mengeluhkan dengan bau menyengat yang ditimbulkan dari pabrik tersebut.

"Kami sudah meminta pengelola pabrik ini untuk berhenti produksi sementara waktu," kata Lurah Mandaranrejo, Kota Pasuruan, Bekti Purwantoro.

Bekti menjelaskan, pabrik ini memang tidak mengantongi ijin dan kami sudah pernah memanggil manajernya.

Bahkan kami juga pernah memberikan surat agar ijinnya diurus dan proses produksi tidak mengganggu warga.

Rekomendasi Untuk Anda

Makanya, kami langsung minta mengirimkan surat untuk penutupan pabrik. Kemarin, saya minta untuk berhenti produksi plastik," tegas Bekti.

Dia menjelaskan, gangguan itu akan sangat terasa saat malam hari. Sebab, mayoritas kegiatan produksi dilakukan pada malam hari. Bau menyengat ini sangat mengganggu warga yang sedang beristirahat.

"Kadang warga mengaku pusing dan mual saat pabrik sudah mulai produksi. Pabrik ini ada sejak April 2016 lalu dan keberadaannya sangat mengganggu kenyamanan warga," terang Bekti kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Mendengar keluhan warga, Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan, M Arief Ilham langsung turun ke lapangan. Saat pertama kali datang ke lokasi, ia kaget dan sangat miris dengan keberadaan pabrik ini.

Alhasil, ia dinas perijinan dan pihak terkait untuk mendatangi lokasi.

“Tim sedang bergerak untuk memeriksa kondisinya seperti apa. Semisal memang tidak ada izinnya ya nanti akan kami rekomendasikan ditutup saja total. Jangan sampai ada produksi lagi," tandasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas