Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
Live
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Improvisasi Penjual Bakso dan Ayam Geprek di Yogyakarta Saat Harga Cabai Meroket

Mahalnya harga cabai, membuat penjual bakso ulek tak bisa lagi memanjakan lidah pelanggan yang suka ekstra pedas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Willem Jonata
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Tris Jumali

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Kenaikan harga cabai hingga Rp 100 ribu memaksa para pedagang berimprovisasi. Terutama mereka yang menekuni bisnis kuliner dengan bahan dasar cabai.

Zein (30) misalnya. Pedagang "Bakso Ulek" di Jalan Affandi, Yogyakarta, terpaksa mengurangi jumlah cabai dalam menu yang dihidangkannya kepada pelanggan.

"Biasanya untuk level pedas, kita menggunakan 15 buah cabai, tapi karena harga cabai mahal, terpaksa kita menguranginya," ujar Zein.

Di Bakso Ulek, para pengunjung bisa menentukan level pedas sesuai selera masing-masing. Namun, mahalnya harga cabai, membuatnya tak bisa lagi memanjakan lidah pelanggan yang suka pedas.

"Beda sih pedasnya, kalo dulu pedas banget, sekarang kurang," keluh Riki, seorang pelanggan.

Meski begitu, ia memaklumi karena harga cabai melambung tinggi.

Rekomendasi Untuk Anda

Tak hanya Zein, usaha ayam geprek Bu Nanik (55) di Papringan pun dituntut berimprovisasi. Bu Nanik memberi tarif tambahan Rp 2000 bagi para pembeli yang menggunakan lebih dari 10 buah cabai.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas