Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Brigadir Medi Bantah Memutilasi Pansor, Apa Alibinya?

Terdakwa Brigadir Medi Andika membantah telah memutilasi Pansor. Medi mengatakan di hari Pansor tewas dimutilasi dirinya beraktivitas seperti biasanya

zoom-in Brigadir Medi Bantah Memutilasi Pansor, Apa Alibinya?
Tribun Lampung/Wakos Gautama
Persidangan kasus mutilasi anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor kembali digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (7/3/2017). TRIBUN LAMPUNG/WAKOS EEZA GAUTAMA 

Laporan Wartawan Tribun Lampung, Wakos Gautama

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Dalam persidangan kasus mutilasi anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor, terdakwa Brigadir Medi Andika membantah telah memutilasi Pansor.

Medi memiliki alibi di hari ketika Pansor tewas dimutilasi dan mayatnya dibuang ke Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan.

Berdasarkan dakwaan penuntut umum, Pansor tewas dimutilasi pada hari Jumat (15/4/2016) sekitar pukul 15.00 WIB hingga sore hari.

Malam harinya mayat Pansor dibuang Medi bersama Tarmidi ke Martapura. Pada hari itu, Medi mengatakan, beraktivitas seperti biasa.

Pagi hari Medi mengikuti apel pagi di Polresta Bandar Lampung. Usai apel, Medi mengatur lalu lintas.

Setelah itu Medi pergi ke ruko milik Pansor di Jalan Hayam Wuruk.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada pukul 09.30 WIB, Medi pergi dari ruko Pansor menuju Kantor Satuan Intelijen dan Keamanan Polresta Bandar Lampung.

Baca: Dewa Sebar Foto Telanjang Mantan Pacarnya ke Facebook dan Email Sekolah

"Saya balik ke kantor karena ada orang yang mau minta tolong dibuatkan SKCK (surat keterangan catatan kepolisian)," jelas Medi.

Medi lalu menunaikan Salat Jumat di Masjid Takwa Polresta Bandar Lampung.

Usai Salat Jumat, Medi bertemu beberapa rekannya sesama anggota Intel di kantor.

Ketika itu menurut Medi, ponselnya dalam keadaan tidak aktif. Ia menghidupkan ponselnya sekitar pukul 15.00 WIB ada ada pesan masuk dari nomor 222.

Pesan tersebut memberitahukan bahwa ada panggilan ke ponsel Medi dari sebuah nomor. Medi mengecek nomor tersebut ternyata nomor itu milik Pansor.

Medi mengatakan, tidak menelepon balik Pansor.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas