Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Oknum Polisi Bareng Preman Ikut Serang Wartawan Televisi Nasional

Seorang anggota polisi bersama belasan sejumlah preman nyaris membunuh Adi Palapa Harahap (40), wartawan i-News TV, di kediamannya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Array Anarcho
Editor: Y Gustaman
zoom-in Oknum Polisi Bareng Preman Ikut Serang Wartawan Televisi Nasional
istockphoto.com
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Seorang anggota polisi bersama belasan sejumlah preman nyaris membunuh Adi Palapa Harahap (40), wartawan i-News TV, di kediamannya Jalan Pasar III, Mabar Hilir, Kamis (23/3/2017) malam.

Sejumlah preman tersebut diduga kuat suruhan pemilik gudang semen ilegal di Jalan H Anif. Sementara polisi tadi diduga ikut membekingi usaha gudang semen ilegal tersebut.

Menurut Adi, oknum polisi yang ia maksud bertugas di Polda Sumut. Ia ikut serta bersama preman bayaran pemilik gudang semen ilegal menyerang Adi di rumahnya.

Baca: Wartawan Televisi Nasional Nyaris Dibunuh Orang Suruhan Pemilik Gudang Semen Ilegal

Adi Palapa Harahap, wartawan i-News TV yang nyaris dibunuh kelompok preman bayaran pemilik gudang semen ilegal pada Kamis (13/3/2017) malam, hendak melapor ke Polrestabes Medan, Jumat (24/3/2017). TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS
Adi Palapa Harahap, wartawan i-News TV yang nyaris dibunuh kelompok preman bayaran pemilik gudang semen ilegal pada Kamis (13/3/2017) malam, hendak melapor ke Polrestabes Medan, Jumat (24/3/2017). TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS (Tribun Medan/Array A Argus)

"Waktu belasan preman itu datang, saya lihat polisi itu ikut bersama mereka. Saya tanda sama dia, karena dia bertugas di Polda Sumut," ungkap Adi di gerbang masuk Polrestabes Medan, Jumat (24/3/2017).

Adi mengatakan, oknum polisi itu bermarga Sirait. "Sewaktu saya dianiaya, dia seolah mendukung penganiayaan itu. Dia hanya diam dan melihat saya dipukuli tanpa berusaha melerai," Adi menambahkan.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Adi, penganiayaan terhadapnya disinyalir ketidaksukaan pemilik gudang diberitakan terkait aktivitas ilegalnya. Seharusnya pemilik gudang memberikan klarifikasi bukan malah menyuruh menganiayanya lewat orang-orang suruhan.

"Saya juga terkejut. Mereka datang ke rumah, ketuk pintu, masuk dan langsung menganiaya saya," ungkap Adi dengan kondisi bibir masih tampak membengkak.

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas