Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tersangka Mengaku Pembunuh Bermotif Pelecehan, Polisi Membantah

Usai menghabisi nyawa korban, pelaku mengambil sepeda motor Honda Vario warna hitam milik korban beserta uang dan HP

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Array Anarcho
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Tersangka Mengaku Pembunuh Bermotif Pelecehan, Polisi Membantah
Tribun Medan/Array Anarcho
Dedi Umbara alias Om alias Kakang Keling, tersangka pembunuh penjaga gudang bernama Kamal yang akhirnya ditangkap petugas gabungan Polrestabes Medan, Selasa (30/5/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Dedi Umbara alias Om alias Kakang Keling (34), tersangka pembunuh Kamal Abdulah (54), penjaga gudang perumahan komplek CBD Blok H Jl Padang Golf, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia melontarkan pernyataan mengejutkan saat dihadirkan dalam gelar pemaparan di Polrestabes Medan.

Saat ditanya apa alasan tersangka membunuh Kamal, Dedi mengaku kesal.

"Saya memang ada hutang sama dia. Tapi, pas kejadian itu, anu (kelamin) saya dipegangnya tiga kali," ungkap Dedi yang kedua kakinya ditembus timah panas, Selasa (30/5/2017) siang.

Lantaran tidak terima dengan perlakuan Kamal, Dedi sempat marah.

Namun, kata Dedi, korban malah memaki-makinya di dalam gudang penyimpanan barang itu.

"Saya kemudian mengambil besi. Saya pukul kepala belakangnya tiga kali," ungkap Dedi.

Rekomendasi Untuk Anda

Usai menghabisi nyawa korban, pelaku mengambil sepeda motor Honda Vario warna hitam milik korban beserta uang dan HP.

Lalu, pelaku kabur ke Desa Talunkenas, Kabupaten Deliserdang tempat isterinya.

Wakapolrestabes Medan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja didampingi Wakasatreskrim, Kompol Ronni Bonic membantah keterangan tersangka.

Kata Tatan, korban tidak ada melakukan pelecehan terhadap tersangka.

"Tidak, tidak ada hal yang menjurus ke sana (pelecehan). Ini murni karena dendam antara pelaku dan korban," ungkap Tatan.

Sebelumnya, korban dihabisi pada 12 Mei di kamar tidurnya.

Ketika ditemukan, korban bersimbah darah di atas sajadah. (Ray/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas