Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

WALHI Tolak Atraksi Lumba-lumba, Ini Alasannya

Di Medan, Sumatera Utara, atraksi lumba-lumba sudah sering dilakukan sebagai sarana hiburan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Array Anarcho
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in WALHI Tolak Atraksi Lumba-lumba, Ini Alasannya
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Atraksi lumba-lumba menghibur pengunjung di Wahana hiburan dan rekreasi keluarga atau Dolphin Arena di Panakkukang Square, Makassar, Jumat (14/4). Meski penuh kontroversi, sirkus lumba-lumba tersebut tetap digelar selama satu bulan penuh. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Mengetahui BBKSDA ikut hadir, Dana juga sangat menyayangkannya.

Dari pantauan Tribun, suasana di GOR Sutomo tempat pertunjukan atraksi lumba-lumba benar-benar terasa pengap.

Orang-orang saling berdesakan naik ke lantai dua untuk melihat lumba-lumba yang ada di kolam buatan.

Menyangkut atraksi lumba-lumba ini, salah satu pelatih lumba-lumba ternama tahun 1960-an Ric O'Barry bersama sutradara kenamaan Louis Psihoyos sempat membuat film dokumenter menyangkut pembantaian lumba-lumba di Kota Taiji, Jepang.

Dalam film berjudul The Cove yang tayang tahun 2009 itu, O'Barry yang sangat menyesal pernah menjadi pelatih lumba-lumba menceritakan dengan jelas bagaimana tersiksanya hewan cerdas itu saat tampil di tiap pertunjukan atraksi.

Sejak film itu tayang, sejumlah negara maju sudah tidak lagi menampilkan atraksi lumba-lumba. Negara-negara maju sadar, bahwa atraksi lumba-lumba sangat menyiksa hewan Malang tersebut.(Ray/tribun-medan.com)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas