Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ngeri 'Drakula' Beraksi, 34 Kambing dan 21 Ayam Mati Digigit di Leher dan Perut, Darahnya Disedot

Tidak ada warga yang mendengar atau melihat proses matinya ternak ini, kendati sudah berjaga sepanjang malam

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Ngeri  'Drakula'  Beraksi, 34 Kambing dan 21 Ayam Mati Digigit di Leher dan Perut, Darahnya Disedot
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Ilustrasi kambing 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Belakangan ini warga Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, dihebohkan dengan kematian ternak kambing secara massal.

Berdasarkan penuturan Camat Samarinda Utara, Syamsu Alam, total ada 34 ekor kambing dan 21 ekor ayam milik warga yang mati diduga akibat digigit.

"Lukanya sama semua. Di leher dan di perut. Tapi, darahnya habis," kata Syamsu, saat dikonfirmasi, Sabtu (1/7/2017), malam.

Beragam spekulasi pun beredar di masyarakat. Ada yang menyebut kematian hewan tersebut akibat kelelawar penghisap darah.

Ada pula yang berpendapat kematian kambing-kambing ini akibat binatang jadi-jadian.

Syamsu sendiri tak bisa menampik semua spekulasi berbau cerita mistis yang beredar.

Rekomendasi Untuk Anda

Terlebih, Syamsu sendiri sudah melihat langsung kondisi ternak yang mati tersebut.

"Ya secara ilmiah sih saya tidak percaya. Tapi kenyataannya semua ternak itu mati dengan cara yang sama," kata Syamsu.

Terakhir, kata Syamsu, enam ternak ditemukan mati bersamaan.

Dengan kondisi luka yang sama, yakni di leher dan perut.

Anehnya, lanjut Syamsu, tak ada warga yang mendengar atau melihat proses matinya ternak ini, kendati sudah berjaga sepanjang malam.

"Ada beberapa warga yang bisa sempat melihat hewan (pembunuh) itu lari. Tapi, tidak semua orang punya kemampuan (supranatural) bisa melihat itu," kata Syamsu.

Walhasil, warga yang resah akhirnya berembuk. Keputusannya, warga bersama unsur pemerintah, militer dan kepolisian, sepakat menyisir kawasan hutan di sekitar Lempake.

Lurah Lempake, Nurharyanto pun lantas membuat surat ke beberapa instansi dan warga, agar ikut membantu proses penyisiran.

Penyisiran dijadwalkan berlangsung Minggu (2/7/2017), besok dengan titik kumpul di Halaman Masjid At-Taqwa.

"Iya. Dari hasil rapat tanggal 27 Juni bersama warga, akhirnya kita tindaklanjuti lagi dengan rapat besar 30 Juni, akhirnya kita sepakat menyisir besok. Penyisiran ini bagian dari ikhtiar dan sebelumnya kita juga sudah berdoa," kata Syamsu. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas