Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Siswa SDN 044831 Terdampak Erupsi Sinabung Bisa Belajar Lagi di Tenda

Akhirnya, siswa SD Negeri 044831 di Tanah Karo dapat kembali belajar di dalam tenda.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Array Anarcho
Editor: Y Gustaman
zoom-in Siswa SDN 044831 Terdampak Erupsi Sinabung Bisa Belajar Lagi di Tenda
Istimewa
Petugas BPBD Tanah Karo memperbaiki tenda yang dijadikan ruang kelas oleh siswa SDN 044831 Desa Gung Pinto, Namanteran, Tanah Karo, Sumatera Utara, Selasa (18/7/2017). ISTIMEWA 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Para siswa SD Negeri 044831, Desa Gung Pinto, Namanteran, Tanah Karo, sempat belajar di lapangan terbuka karena tenda pengganti kelas rusak sejak Senin (17/7/2017).

Akhirnya, Selasa (18/7/2017), mereka bisa belajar lagi seperti semula. Tenda yang rusak telah diperbaiki petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanah Karo.

"Setelah mendapat informasi rusaknya tenda belajar anak-anak di Desa Gung Pinto, saya dan teman-teman di BPBD lantas ke lokasi. Sejak pagi tadi, tenda yang rusak sudah kami perbaiki," ungkap Kepala Bidang Kendaraan dan Logistik BPBD Tanah Karo, Natanel, Selasa (18/7/2017).

Ia mengatakan, esok hari anak-anak tidak perlu lagi khawatir menghirup debu vulkanik Gunung Sinabung saat belajar. Siswa juga tak perlu lagi berpanas-panasan saat mendengarkan pelajaran yang disampaikan para guru sekolah.

"Besok sudah normal lah belajarnya. Tiga tenda yang rusak itu sudah semua kita perbaiki agar bisa digunakan lagi," imbuh dia.

Kemarin, sebanyak 81 siswa tidak bisa belajar lantaran tenda yang dijadikan pengganti ruang kelas rusak berat diterjang angin.

Rekomendasi Untuk Anda

Lantaran tak mau mematahkan semangat anak-anak di hari pertama sekolah, guru-guru tetap menggelar proses belajar mengajar meski di bawah terik matahari.

Tadi pagi, saat anak-anak hendak belajar, Gunung Sinabung kembali menyemburkan debu. Akibatnya, udara di sekitar lokasi terkontaminasi debu yang membuat nafas sesak dan mata perih.

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas