Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lima Hari Dirawat, Korban Tabrak Lari di Taman Pancing Denpasar Meninggal

Yosef sendiri terlihat sangat kehilangan sosok seorang Gatur yang dikenalnya sebagai pekerja keras dan sangat mandiri

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Lima Hari Dirawat,  Korban Tabrak Lari di Taman Pancing Denpasar Meninggal
Net
Ilustrasi mayat 

"Selesai mandi tiba-tiba bulu saya merinding. Perasaan saya tidak enak sehingga saya bilang ke ponakan (adik korban) kalau ada petanda tidak baik. Tapi mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa terhadap Gatur," cerita Yosef.

Sementara itu, terkait jenazah korban sendiri rencananya akan diberangkatkan dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali menuju Bandara Labuan Bajo, Manggarai, Flores Barat, Jumat (27/7/2017).


Selanjutnya korban akan dikebumikan di Ruteng, tanah kelahiran korban.

Jenazah korban sendiri hingga malam tadi berada di forensik RS Sanglah.

Sedangkan biaya rumah sakit selama korban dirawat, dikatakan Yosef sekitar Rp 12 juta.

Biaya tersebut akan ditanggung BPJS Kesehatan.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Terlihat Segar Setelah Selamat Dari Kecelakaan Maut, Melody Vanesha Dapat Pesan Seperti Ini

"Biayanya sekitar Rp 12 juta. Karena selama dirawat di IGD sendiri sudah mencapai Rp 10 juta. Disini (forensik) sekitar Rp 2 juta. Pakai BPJS tapi karena belum cair jadi ditalang uang pribadi dulu," terang pria yang baru tiga hari di Bali ini.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Gatur, mahasiswa semester 3 di UT (Universitas Terbuka) tersebut diketahui menjadi korban tabrak lari saat hendak berangkat kerja dengan mengendarai motor Jupiter mx dengan nopol DK 7014 CT.

Insiden nahas tersebut terjadi di Jalan Taman Pancing, Denpasar Selatan.

Tepatnya sekitar 10 meter dari kos (tempat tinggal korban) yang juga di daerah Taman Pancing pada Jumat (21/7/2017) sekitar pukul 23.00 wita. 


Akibat kecelakaan tersebut, Gatur mengalami cedera kepala berat (CKB).

Selama lima hari dirawat di RS Sanglah, kondisi Gatur sangat kritis dan tak sadarkan diri alias koma.

Batang otak pada bagian belakang kepala Gatur dilaporkan sudah tidak berfungsi.

Hal tersebut membuat darah terus keluar dari mulutnya yang mengakibatkan saluran pernapasannya pun terganggu.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas