Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Polisi Tertibkan Tambang Emas Ilegal Sepanjang Sungai Takuti di Banjar

Aktivitas penambang tersebut dinilai berbahaya terhadap lingkungan sekitar sungai karena menggunakan air raksa dalam pengolahan emas.

Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Hari Widodo

TRIBUNNEWS.COM, MARTAPURA - Polres Banjar menertibkan tambang emas ilegal di aliran Sungai Takuti, Dusun Rejo Santoso, Desa Baru RT 2, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimatan selatan, Senin (24/7/2017).

Dalam penertiban itu, polisi yang menggelar operasi Peti Indan Polda Kalimantan Selatan 2017, menyita peralatan tambang, yakni mesin sedot dumping, pipa paralon, jeriken, lenggangan, gancu, satu botol air raksa.

Termasuk, satu botol kecil berisi pasir hitam bakal emas dan satu mangkuk putih berisi pasir hitam bercampur emas

Kepada Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete, pelaku berinisial Swd (45) mengaku menggunakan peralatan menambang emas yang tersebut, selama selama dua bulan terakhir bersama kelompoknya.

Swd adalah pemilik mesin dan lokasi tambang yang ditertibkan. Lokasi itu, dulunya memang areal tambang emas tetapi sudah lama ditinggalkan.

"Kami mencoba menambang tetapi hasilnya tidak banyak. Sehari antara satu hingga satu setengah gram. Kami terus menambang berharap bisa mendapatkannya lebih banyak," katanya.

Menurutnya, emas yang didapat dari hasil menambang ini dijual ke Martapura dengan harga Rp 465 ribu pergram. Satu minggu, biasa dapat sekitar delapan gram.

Setelah dipotong biaya solar sekitar Rp 200 ribu perhari barulah hasilnya dibagi lima.

Swd ditetapkan sebagai tersangka. Sementara kelompoknya dibebaskan karena hanya sebagai pekerja.

"Tersangka melakukan aktifitas tambang emas di aliran Sungai Takuti yang memanjang dari Tala hingga Kabupaten Banjar. Dampaknya berbahaya terhadap lingkungan. Mereka menggunakan air raksa untuk menyatukan emas," terang AKBP Takdir.

Menurut Kapolres, aktivitas tambang emas mereka ini bisa hasilkan delapan gram emas per pekannya. Selama dua bulan beroperasi, mereka sudah menghasilkan sebanyak 64 hingga 65 gram emas.

Saat ini pihaknya masih menelusuri kemana emas yang mereka tambang dijual apakah ada pengumpul ataukah dijual sendiri.

"Kita telusuri karena emas yang mereka dapatkan ini masih emas mentah masih perlu diolah lagi," katanya.(*)

Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas