Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Seorang Nenek Dibunuh Karena Diduga Melakukan Santet, Begini Kejadiannya

"Dua pelaku ini berprofesi sebagai tukang ojek. Sedangkan korban adalah petani. Antara para pelaku dan korban masih tinggal satu desa,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Seorang Nenek Dibunuh Karena Diduga Melakukan Santet, Begini Kejadiannya
(TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika)
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Kepolisian Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menangkap dua pelaku pembunuhan berinisial RN dan RB.

Keduanya diduga melakukan pembunuhan berencana terhadap seorang nenek bernama Dina Patola Oemanu (58), warga Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang.

Kepala Bidang Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, kedua pelaku menuding korban melakukan santet kepada keluarganya.

"Dua pelaku ini berprofesi sebagai tukang ojek. Sedangkan korban adalah petani. Antara para pelaku dan korban masih tinggal satu desa," kata Jules kepada Kompas.com, Selasa (15/8/2017).

Baca: Pijat Plus-plus Online Di Bogor Terungkap, Mucikari Tawarkan Via WhatsApp Dengan Tarif Segini

Peristiwa pembunuhan itu terjadi, Selasa (8/8/2017) sekitar pukul 20.00 wita di pinggir pantai Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu.

Setelah membunuh korban, para pelaku melarikan diri ke Kabupaten Rote Ndao.

Rekomendasi Untuk Anda

Jasad korban, ditemukan warga, Jumat (11/8/2017) dan dilaporkan ke polisi hari itu juga.

Saat ditemukan terdapat bekas luka di wajah korban.

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit.

Baca: Menilik Rumah Mewah Bos First Travel, Warga: Banyak Mobil Mewah, Saya Kira Dia Pejabat

Berdasarkan hasil otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang, ditemukan tanda-tanda kekerasan seperti tulang tengkorak pecah, luka lecet di wajah, serta tulang dada patah.

"Dari hasil olah TKP, ditemukan bercak darah tiga titik di pasir dan ditemukan sandal korban serta bekas seretan di pasir," katanya.

Berdasarkan hasil penyelidikan terhadap keluarga korban, kepala desa, dan masyarakat sekitar rumah korban polisi meyakini terduga pelaku berjumlah dua orang.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengetahui identitas kedua pelaku yakni RN dan AB.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas