Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Habis Mencuri Motor Bagus Menyamar Jadi Pengungsi Gunung Agung dan Ngumpet di Tenda

Pria yang juga sebagai karyawan usaha tersebut kemudian menggondol dua buah handphone teman kerjanya sendiri.

Habis Mencuri Motor Bagus Menyamar Jadi Pengungsi Gunung Agung dan Ngumpet di Tenda
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Suasana pengungsian di GOR Swecapara, Klungkung, Bali. TRIBUN BALI/I NYOMAN MAHAYASA 

TRIBUNNEWS.COM, MANGUPURA - Seorang pelaku pencurian sepeda motor matik dan dua buah handphone, Bagus Yogi Okta Artawan (27), dibekuk aparat Reskrim Polres Badung di kerumunan pengungsi di wilayah Kuta Utara, Badung, Bali, Minggu (24/9/2017 ).

Menurut informasi yang diperoleh, kasus pencurian tersebut terjadi di sebuah usaha jasa pencucian pakaian atay loundry di daerah Dalung, Kuta Utara, Selasa (19/9/2017) lalu.

Pria yang juga sebagai karyawan usaha tersebut kemudian menggondol dua buah handphone teman kerjanya sendiri.

Berdasarkan laporan pada hari tersebut, polisi pun langsung melakukan penyelidikan dan berhasil membekuk pelaku pada Minggu (24/9/2017).

"Iya kami bekuk di antara kerumunan pengungsi, awalnya pelaku hendak sembunyi," ungkap Kasat Reskrim Polres Badung, AKP I Made Pramasetya, Senin (25/9/2017).

Dia melanjutkan, bahwa menurut keterangan pelaku, dia melakukan aksinya dengan mudah karena kamar korban ditinggal pergi dan tidak dikunci.

Kemudian, ketika masuk kamar tersebut melihat dua buah handphone milik korban yang tergeletak di atas tempat tidur, kemudian dengan cepat pelaku mengambilnya kemudian melarikannya bersama sepeda motor milik tempat usahanya tersebut.

Setelah berhasil kabur, pelaku kemudian menjual satu buah handphonenya dan satu lainnya digadai dengan nilai Rp 50 ribu.

Dari hasil penjualan dan penggadaian hasil curian itu, pelaku lalu membeli satu buah handphone smartfriend warna hitam seharga Rp.600 ribu, sedangkan sisa penjualan tersebut dipakai untuk keperluan sehari hari.

"Dia mengaku hanya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari," ujarnya.

Kini, sejumlah barang bukti seperti satu unit sepeda motor matic dan dua buah handphone sudah diamankan di Mapolres Badung.(*)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas