Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pembunuh Istri di Aceh Itu Ternyata Pengedar Ganja, Sempat Buron Hingga ke Bogor

Hamdani yang tercatat beralamat di Gampong Jurong Alue Raya, Batee Sok, Kecamatan Suka Karya, Kota Sabang divonis 11 tahun

Pembunuh Istri di Aceh Itu Ternyata Pengedar Ganja, Sempat Buron Hingga ke Bogor
Serambi Indonesia/Muhammad Nazar
Sat Reskrim Polres Pidie memperlihatkan Hamdani Rusli (46) bersama barang bukti di Media Center Polres Pidie, Rabu (1/11/2017). Hamdani tersangka pembunuh isterinya, Nursiah binti Ibrahim (43) bidan bertugas di salah satu Pustu di Bireuen. 

TRIBUNNEWS.COM, SIGLI - Hamdani Rusli (46), tersangka pembunuh istrinya, Nursiah binti Ibrahim (43) bidan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Cot Bada, Bireuen, tercatat sebagai residivis dalam kasus narkotika jenis ganja.

Hamdani yang tercatat beralamat di Gampong Jurong Alue Raya, Batee Sok, Kecamatan Suka Karya, Kota Sabang divonis 11 tahun penjara pada tahun 2008.

“Pada tahun 2011, saat menjalani hukuman di Lapas Kualasimpang, tersangka kabur. Tersangka beralamat di Sabang karena istri pertamanya di Sabang. Alamat di KTP belum diganti,” kata Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK pada konferensi pers di Media Center Mapolres Pidie, Rabu (1/11). Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Tirta Nur Alam SE, Kabag Ops Juli Effendi SE, Kasat Narkoba AKP Raja Aminuddi Harahap, Kasat Lantas Iptu Rina Bintar Handayani SIK, dan Paur Subbag Humas Bripka Nazarianto ST.

Menurut Kapolres Pidie, Hamdani yang bekerja sebagai sopir akan dibidik dengan pasal 351 ayat (3) subsider pasal 338 subsider pasal 340 dan subsider pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup dan minimal 20 tahun.

“Kami sudah memeriksa delapan saksi untuk mendukung pasal yang telah ditetapkan untuk dituangkan dalam berkas acara pemeriksaan (BAP),” ujarnya.

Hasil pemeriksaan polisi, Hamdani menghabisi Nursiah dengan cara menusuk dari arah depan menggunakan pisau sebanyak 10 kali dengan 24 lubang tusukan.

Kemudian, Hamdani membacok lima kali menggunakan parang berukuran 40 cm di sekujur tubuh korban. Antara lain, di paha sebelah kiri, pinggul, punggung, kepala bagian belakang, dan wajah.

Polisi mengamankan barang bukti satu hp Nokia, satu jam tangan warna silver, satu cincin emas, potongan kabel kipas angin, potongan rambut 30 helai, sebilah parang, sebilah pisau dapur, baju kaos warna abu-abu, celana jeans, pakaian warna putih, dan sehelai sprei,” sebutnya.

Mengenai motif pembunuhan, Hamdani pernah memergoki istrinya berbicara mesra dengan seorang lelaki via ponsel.

Puncak emosi Hamdani mengeksekusi Nursiah di rumah orang tuanya, Rusli (55) di Gampong Beulangong Basah, Ujong Rimba, Kecamatan Mutiara Timur, ketika membaca pesat singkat (sms) di ponsel istrinya.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas