Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menteri Susi Pudjiastuti Menangis Usai Menerima Gelar Doktor Honoris Causa dari ITS

Terima kasih saya yang tak terukur kepada puteri-Puteri saya. Putriku yang sudah almarhum.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Menteri Susi  Pudjiastuti Menangis Usai Menerima Gelar Doktor Honoris Causa dari ITS
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
HONORIS CAUSA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pusjiastuti sesaat sebelum prosesi penganugrahan gelar doktor honoris causa dari ITS yang diserahkan Rektor, Prof Joni Hermana di Grha ITS, Jumat (10/11). Bagi Susi Pudjiastuti itu merupakan doktor honoris causa kedua setelah sebelumnya Undip juga memberi gelar yang sama. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Terima kasih saya yang tak terukur kepada puteri-Puteri saya. Putriku yang sudah almarhum.

Kalimat mengharukan itu diucapkan Menteri Susi Pudjiastuti saat menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jumat (10/11/2017).

Saat mengucapkannya di mimbar kehormatan, sosok Menteri Kelautan dan Perikanan itu tampak berkaca-kaca. Suaranya yang semula lantang, perlahan menjadi lirih. Seisi ruangan pun terbawa suasana.

Seperti diberitakan sebelumnya, Susi mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari ITS karena dinilai layak dan banyak berkontribusi membangun sektor kelautan di Nusantara. 

Dalam penganugerahan itu, Susi mendapat waktu untuk menyampaikan orasi ilmiah.

Nah, di ujung orasi ilmiah itulah, Susi yang mulai menyampaikan ucapan terimakasih, seakan mulai terbawa emosi. Terlebih ketika mulai menyebut nama kedua orangtuanya. 

Bahkan ketika menyampaikan terimakasih kepada putra-putrinya, tangan Susi sempat meraih tisu untuk mengusap matanya. 

Rekomendasi Untuk Anda

Lantas apa arti honoris causa bagi Susi yang nyentrik?

Secara pribadi, menurutnya dia tak perlu gelar apa pun. Namun dia juga mengakui bahwa sebagai profesional dan menteri perlu legitimasi untuk melanjutkan program.

"Satu pelajaran, lakukan pekerjaan maksimal dan terbaik. Niscaya proses terbaik itu akan mendapat apresiasi," kata Susi. 

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas