Tribun

Kisah Sukses Pengusaha Es Cendol Elizabet Bandung, Awalnya Hanya Bermodal Gerobak Keliling

Semakin sukses membuka usaha es cendol, pundi-pundi Rupiah pun semakin deras mengalir di kantong H Rohman.

Editor: Ferdinand Waskita
zoom-in Kisah Sukses Pengusaha Es Cendol Elizabet Bandung, Awalnya Hanya Bermodal Gerobak Keliling
TRIBUN JABAR/Fasko Dehotman
Toko Es Cendol Elizabet di Jalan Inhoftank, Kota Bandung, hasil kesuksesan H Rohaman yang mulanya hanya sebagai penjual es cendol keliling, Sabtu (11/11/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Siapa yang tak kenal Es Cendol Elizabet.

Saking suksesnya, nama Es Cendol Elizabet tidak hanya dikenal oleh warga Bandung, tetapi telah dikenal hingga luar Jawa Barat seperti Jakarta, Jogja, Solo, Semarang, dan Surabaya.

Bahkan, nama Es Cendol Elizabet juga kerap dipakai oleh pedagang cendol kaki lima di sepanjang Jalan Otto Iskandar Dinata, Kota Bandung.

Es Cendol Elizabet dimiliki H Rohman.

Nur Hayati, anak kedua H Rohman, menceritakan, sebelum ayahnya sukses seperti sekarang, dulunya H Rohman hanya bermodalkan gerobak cendol sederhana.

"Sejak 1972, Ayah Saya berkeliling dari Astanaanyar sampai Dago, karena merasa lelah dan hasil yang didapatkan tidak banyak, maka Ayah Saya memutuskan untuk mangkal di kawasan Otista (Jalan Otto Iskandar Dinat) dekat toko sepatu Elizabet," tukas Nur Hayati kepada Tribun Jabar, Sabtu (11/11/2017).

Baca: Begini Kondisi Rumah Setya Novanto Pasca-Penetapan Tersangka KPK

Nur mengatakan, Ayahnya mulai mangkal di sana sejak 1978, karena racikan es cendol buatan ayahnya sangat lezat, sehingga beberapa pelanggan toko sepatu Elizabet selalu menyempatkan diri untuk mencicipinya.

"Karena persis berada didepan toko sepatu Elizabet, lalu para pelanggan Ayah Saya akrab menyabutnya dengan nama Es Cendol Elizabet hingga saat ini," ujar Nur.

"Inilah barangkali yang menjadikan ihwal dari nama Es Cendol Elizabet tercipta," sambung Nur.

Semakin sukses membuka usaha es cendol, pundi-pundi Rupiah pun semakin deras mengalir di kantong H Rohman.

"Alhamdulililah pada 1982, Kami sekeluarga bisa pindah ke rumah baru di kawasan Inhoftank, nah rumah baru itu merupakan hasil jerih payah Ayah saya selama berjualan di Otista," tutur Nur.

Baca: Novanto Jadi Tersangka KPK, Bola Panas Kini di Kepolisian

Tetapi pada 2003 penjualan es cendol H Rohman sempat tersendat, karena banyaknya penjual es cendol yang menggunakan nama merek yang sama di sekitar Toko Elizabeth.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas