Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Karena Hal Misterius Ini, Odang Bertahan Merawat Makam Selama 20 Tahun

Dari hasil kerjanya ini, Odang mengaku tetap bisa menghidupi empat anak serta cucunya hingga kini

Karena Hal Misterius Ini, Odang Bertahan Merawat Makam Selama 20 Tahun
TRIBUNJABAR.CO.ID/HARYANTO
Odang (65), perawat makam di TPU Cina Cikadut, Sabtu (18/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Sudah 20 tahun Odang (65) merawat makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cina Cikadut, Kota Bandung.

Dari pekerjaannya, pria yang telah memiliki empat anak ini mengatakan hanya mendapat upah Rp 50 ribu per hari.

"Kalo ditotal, sehari cuma dapat Rp 50 ribu. Bahkan pernah ada yang ngasih Rp 10 ribu per bulan," kata Odang, di makam yang sedang dibersihkannya, Sabtu (18/11/2017).

Meskipun begitu, Odang mengaku tetap bisa menghidupi empat anak serta cucunya hingga kini.

"Ya kalau dihitung-hitung pakai logika ga akan cukup, tapi Alhamdulillah jadi cukup meskipun sederhana," katanya menambahkan.

Saat bekerja, Odang membawa arit, sapu, dan gunting rumput untuk membersihkan pemakaman dan jarang membawa bekal makanan, karena tidak memiliki cukup uang.

Baca: Burung Jalak Kerbau yang Dilepas Kebun Binatang Bandung Dipasangi Ring, Ini Alasannya

"Tiga kali seminggu merawat makam. Kalo kerja saya jarang bawa bekal makanan, untuk beli kopi saja mikir dulu, apalagi bawa makanan" ucapnya.

Pria berbaju oranye itu mengatakan hanya setahun sekali dirinya mendapat rezeki lebih dari upah kerjanya.

"Saat Ceng Beng (Festival Qingming) atau saat ada renovasi pemakaman. Nominalnya tidak tentu, tapi cukup untuk menutupi kalau upah telah habis," katanya.

Odang seringkali dibantu oleh istrinya saat bekerja, untuk meringankan pekerjaan dirinya membersihkan rumput yang tumbuh di pemakaman.

"Saya merawat tidak kurang dari 20 pemakaman. Pemakaman yang paling besar berukuran 50 meter persegi," kata Odang yang sedang duduk di halaman pemakaman.

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas