Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Aksi Gila Bule Eropa, Mendaki Gunung Agung yang Habis Erupsi Lalu Turun dengan Terjun Payung

Dia mendaki Gunung Agung dari jalur pengubengan, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, hanya seorang diri, tanpa guide.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Aksi Gila Bule Eropa, Mendaki Gunung Agung yang Habis Erupsi Lalu Turun dengan Terjun Payung
Istimewa via Tribun Bali
Jaano Rassa yang memakai baju hitam tampak berfoto dengan petugas keamanan dari kepolisian dan TNI di Rendang, Jumat (29/12/2017) kemarin. 

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Jaano Rassa, wisatawan negara asing (WNA) asal Estonia nekat mendaki Gunung Agung dan turun dengan terjun payung, Jumat (29/12/2017).

Dia mendaki Gunung Agung dari jalur pengubengan, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, hanya seorang diri, tanpa guide.

Pria yang bekerja sebagai kriminolog di penjara bawah kejaksaan Estonia mengaku melakukan kegiatan berbahaya karena hoby.

Sesuatu yang memacu adrenalin adalah kesukaannya. Dirinya mengaku tak ada niatan lain melakukan ini kecuali menyalurkan hoby. Melihat keindahan alam dari ketinggian.

Baca: Pedagang Busana di Bali Tidak Tahu Pelanggan yang Beli Bajunya Istri Wapres Jusuf Kalla

WNA yang tinggal di salah satu Hotel di Candidasa, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem mengaku sampai di Gunung Agung sekitar pukul 23.30 Wita.

Dia diantar empat orang rekannya. Sampai di Pengubengan, Jaano naik seorang diri. Sedangkan rekannya kembali ke Candidasa, dan menjemput pagi hari.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Kapolsek Rendang, AKP I Nengah Brata, aksi nekat ini dilakukan dini hari. Selama perjalan menuju puncak gunung dia memakai alat seperti google maps.

Perjalanan ke puncak ditempuh sekitar 3-4 jam. Dia sempat berkeliling di puncak hingga 1.5 jam.

Lalu turun dari puncak Gunung Agung dengan terjun payung.

Selain karena hoby, Jaano mengaku penasaran akan kondisi Gunung Agung. Dia mengetahui bahwa ada larangan untuk mendaki gunung karena sedang erupsi.

Tapi dia ingin tahu langsung kondisi gunung secara langsung. Bukan dari omongan orang lain, atau media sosial yang lagi ramai-ramainya.

"Dia berputar beberapa menit diatas seputaran Pura Besakih. Menjelang pagi, dia sempat menyaksikan erupsi hembusan asap hitam di puncak gunung agung,"kata AKP I Nengah Brata.

Sekitar pukul 07.40 wita, Jaano medarat di Ulun Setra Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang. Warga yang lihat aksinya cukup banyak.

Krama berbondong - bondong datang ke Ulun Setra untuk melihat Jaano Rassa. Sejumlah rekannya langsung juga telah menjemput sekitar Desa Besakih.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas