Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Istri Pejabat Tewas di Tangan Perampok, Sempat Melawan hingga Nadinya Putus

Kasus tewasnya istri pejabat Pamekasan di depan kamar mandi rumahnya mulai sedikit menemui titik terang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Istri Pejabat Tewas di Tangan Perampok, Sempat Melawan hingga Nadinya Putus
Istimewa
Korban Sri Banowati Ningsih, semasa hidup bersama suaminya pejabat Dinas Perhubungan Pamekasan. 

Tetapi jika pelaku masuk rumah lewat belakang juga janggal, karena tidak mungkin melompat tembok setinggi 3 meter dan kabur lagi melalui tembok belakang.

Baca: Kunjungan Bersejarah Presiden Jokowi ke Afghanistan Meski Negara Itu Dihantui Bom dan Kontak Tembak

Bisa jadi kabur lewat pintu depan, karena saat suaminya datang, pintu rumah sebelah selatan tidak terkunci dengan posisi sedikit menganga.

Dari hasil olah TKP, korban sudah meninggal antara 3 sampai 4 jam sebelum suaminya datang.

Sebab dari bau amis darah yang meluber di lantai dan kondisi darahnya yang sudah tidak segar lagi. Artinya sepertinya mulai mengental.

Namun hingga saat ini aparat Polres Pamekasan yang menangani kasus ini belum bisa memastikan dan menemukan gambaran pelaku pembunuhan itu.

Karena masih mengumpulkan berbagai keterangan, seperti tukang bangunan, tetangga dan ketua RT setempat.

Rekomendasi Untuk Anda

Hingga pukul 23.30, suami korban masih dimintai keterangan di Polres Pamekasan.

Baca: Pengakuan Dewi Soekarno: Pernah Dilamar 2 Juta Orang Kaya Amerika Sebelum Akhirnya Dinikahi Soekarno

Kapolsek Pademawu AKP Sudarisman, Selasa (30/1/2018) yang dimintai konfirmasinya mengatakan, saat ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan dan belum bisa menjelaskan, penyebab kematian korban, karena menunggu hasil autopsi korban.

Sedang Tio, anak korban kepada Tribunjatim.com, mengatakan tidak menyangka ibunya akan meninggal secara tragis dirampok dan dibunuh.

Ia berharap pelaku pembunuh ibunya ini cepat terungkap dan ditangkap, serta mendapat hukuman yang setimpal.

Sebelum kejadian ibunya sedang mencuci dan menjemur pakaian di belakang rumahnya, sehingga pintu samping rumahnya dibiarkan terbuka.

Di dapur, ibunya sedang masak sayur untuk ayahnya yang belum sempat digodok.

"Jika mama tidak mencuci, biasanya pintu samping belakang ditutup. Tapi waktu kejadian, pintu samping dibuka, karena mama sedang mencuci pakaian. Sedang pintu depan ditutup," kata Tio, yang mengaku dua gelang dan cincin yang dipakai ibunya tidak ada.

Sumber: Surya
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas