Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mantan Mendiknas M. Nuh Puji Pemkab Banyuwangi yang Terus Memacu Pengembangan SDM

Mohammad Nuh menyemangati Kabupaten Banyuwangi untuk terus melahirkan sumberdaya manusia (SDM) yang unggul

Mantan Mendiknas M. Nuh Puji Pemkab Banyuwangi  yang Terus Memacu Pengembangan SDM
istimewa
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar dan mantan Mendiknas. M. Nuh saat menghadiri Wisuda Ke-7 Politeknik Negeri Banyuwangi, Kamis (22/2/2018). 

TRIBUNNEWS. COM, BANYUWANGI - Mantan Menteri Pendidikan Nasional Prof Mohammad Nuh menyemangati Kabupaten Banyuwangi untuk terus melahirkan sumberdaya manusia (SDM) yang unggul agar bisa menghadapi persaingan global.

”Kunci pengembangan daerah ada di SDM. Maka anak-anak muda harus meningkatkan kompetensi diri. Tingkatkan knowledge. Asah skills. Berani berinovasi, harus kreatif,” ujar Nuh saat menghadiri Wisuda Ke-7 Politeknik Negeri Banyuwangi, Kamis (22/2/2018).

Nuh mengapresiasi ikhtiar Banyuwangi dalam mengembangkan SDM. Dia tahu betul karena sejumlah capaian pendidikan Banyuwangi terjadi di era dia menjabat sebagai mendiknas. Di antaranya peresmian Politeknik Negeri dan Universitas Airlangga kampus Banyuwangi.

”Memang tak ada pilihan selain memacu SDM. Banyuwangi terus berinovasi mengembangkan SDM lewat berbagai program. Saya kira Banyuwangi bisa maju duluan dibanding lainnya,” ujar mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) tersebut.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, SDM adalah salah satu pilar pembangunan daerah. ”Kunci pengembangan ekonomi lokal setidaknya ada empat. SDM, infrastruktur, modal sosial yang baik di masyarakat, dan kebijakan. SDM menjadi pilar bagi semuanya,” ujar Anas.

Oleh karena itu, sambung Anas, Banyuwangi memilih berikhtiar mengembangkan pendidikan tinggi. Kampus-kampus di Banyuwangi dilibatkan dalam pembangunan daerah. Misalnya, ratusan aparatur desa dikuliahkan ke jurusan Program Pengembangan Masyarakat di salah satu kampus setempat.

”Sudah lebih dari 700 anak muda Banyuwangi yang kurang mampu diberi beasiswa Banyuwangi Cerdas untuk berkuliah di berbagai kampus, baik di Banyuwangi maupun luar daerah,” ujar Anas.

Dia menambahkan, di daerahnya juga telah berdiri Unair Kampus Banyuwangi yang telah memasuki perkuliahan tahun ketiga dengan jumlah mahasiswa sekitar 800 orang dari 19 provinsi se-Indonesia.

”Ada pula Politeknik Negeri yang kini terus tumbuh dengan baik, menyiapkan SDM-SDM daerah untuk membawa kebaikan bagi masyarakat,” jelas Anas.

Di Politeknik Negeri Banyuwangi kini ada tujuh jurusan, di antaranya Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Informatika, Manajemen Bisnis Pariwisata, Teknologi Hasil Ternak, dan Agribisnis. Jumlah mahasiswanya sekitar 2.700 orang.

”Anak-anak muda daerah seperti Banyuwangi harus menjadi generasi unggul. Jangan minder dengan anak-anak kota besar, wong sama-sama makan nasi. Sekarang batas geografis bukan ukuran kompetensi karena semua bisa dipelajari dari internet. Dengan beasiswa dan program-program bersama lainnya, saya yakin anak-anak muda kita bisa berdaya saing,” kata Anas.

  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas