Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Awalnya Hanya Kagum Melihat Seragam Engineer, Kini Arcandra Jadi Wakil Menteri ESDM

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar berbagi cerita mengenai awal mula ia berkecimpung di sektor perminyakan.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Sugiyarto
zoom-in Awalnya Hanya Kagum Melihat Seragam Engineer, Kini Arcandra Jadi Wakil Menteri ESDM
Apfia Tioconny Billy
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar 

Ada kejadian lucu saat ia bertemu mahasiswa Indonesia di Amerika.

Arcandra menuturkan ada yang menceritakan pada dirinya kalau dulu ada sesorang yang menolak beasiswa hanya karena tidak diizinkan oleh ibunya. Padahal orang yang sedang dibicarakan temannya itu adalah Arcandra.

"Waktu saya kuliah master ceritanya saya ketemu teman-teman saya saya ditanya ikut program Pak Habibie gak, saya bilang ikut dan lulus," ujar Arcandra.

"Terus katanya dulu ada satu orang angkatan kita udah lulus gak jadi pergi katanya sama emaknya gak boleh ikut, saya bilang itu saya," lanjut Jonan yang diikuti tawa.

Usai S2 Arcandra pun langsung meneruskan pendidikan S3  di Universitas yang sama dari tahun 1998 hingga 2001.

Setelah itu Arcandra bekerja di Amerika menjadi konsultan di sejumlah perusahaan, lalu menjadi principal di Horton Wison Deepwater, dan Presiden di Petroneering.

Lalu pada 27 Juli 2016 Arcandra ditetapkan menjadi Menteri ESDM oleh Presiden Joko Widodo menggantikan Sudirman Said.

Berita Rekomendasi

Sayangnya tidak sampai satu bulan menjabat, tepatnya 15 Agustus 2016 Arcandra diberhentikan karena terhalang malah kewarganegaraan.

Karena itu juga Arcandra menjadi Menteri dengan masa kerja terpendek, hanya 20 hari.

Setelah itu, pada 14 Oktober 2016 Presiden Joko Widodo kembali melantik Arcandra menjadi Wakil Menteri ESDM, mendampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan yang dulunya menjabat sebagai Menteri Perhubungan.

Kini Arcandra dan Jonan pun melakukan sejumlah terobosan di sektor energi mineral, satu diantaranya adalah mengganti skema bagi hasil dari cost recovery menjadi gross split.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas