Tribun

Dalam Kondisi Sekarat Noval Sempat Minta Air Minum Sebelum Meninggal Disambar Petir

Empat warga Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie disambar petir saat berlindung dari hujan gerimis di dalam gubuk kebun.

Editor: Dewi Agustina
Dalam Kondisi Sekarat Noval Sempat Minta Air Minum Sebelum Meninggal Disambar Petir
Serambi Indonesia/Muhammad Nazar
Nurdin Usman, warga Tangse korban sambaran petir dirawat di RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli, Kamis (15/3/2018). SERAMBI/M NAZAR 

Kilat mulai menyambar disertai suara petir yang membahana.

Baca: Wakil Ketua PPP Jombang Terlihat Berbincang dengan Seorang Waria Sebelum Dia Ditemukan Tewas

Ketiga anak muda itu melepas baterai ponsel dan memasukkan ke dalam plastik.

Hujan gerimis tak kunjung berhenti. Suasana dataran tinggi Tangse semakin dingin.
Saat itulah, tiba-tiba suara petir menggelegar menyambar gubuk tempat mereka berteduh.

Sambaran kilat diiringi petir mengenai tubuh Noval yang sempat terlempar satu meter.

Nurdin yang sedang tertidur ikut terkena petir, tapi masih bisa bangkit turun dari gubuk untuk melihat kondisi sang cucu.

Sementara Mujiburrahman dan Zulfahmi selamat.

Baca: AHY: Jika Rakyat Ingin Ada Alternatif Lain dan Memilih Saya, Biarkan Tuhan dan Sejarah yang Tahu

"Dalam kondisi sekarat, Noval sempat minta air dan minum karena tubuh korban lebam dan wajah mengalami luka bakar. Setelah minum air putih Noval mengembuskan napas terakhir di dalam gubuk," kata Ummi sambil menahan sedih.

Sedangkan suaminya Nurdin yang ikut terkena petir di tubuhnya mampu berjalan dan meminta bantuAN pada warga untuk membawa pulang jasad Noval.

Halaman
123
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas