Serunya Siswa SDIT di Klaseman Ini Isi Acara Pesantren Ramadan dengan Main Sepak Bola Api
Puluhan murid sekolah unggulan SDIT Salsabila 2 Klaseman bermain sepak bola api, Rabu (30/5/2018) malam.
Editor: Sugiyarto
TRIBUNNEWS.COM - Puluhan murid sekolah unggulan SDIT Salsabila 2 Klaseman bermain sepak bola api, Rabu (30/5/2018) malam.
Permainan yang bisa dibilang cukup ekstrim ini dimainkan oleh para siswa dalam rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan (Pesrom) di sekolah.
Di samping sebagai sarana olahraga, permainan ini juga sebagai ajang uji keberanian santri, pasalnya mereka bermain bola dengan kondisi api yang membara, terbuat dari buah kelapa kering yang direndam minyak tanah lalu dibakar dan dijadikan sebagai bola dalam permainan tersebut.
Kegiatan ini tentunya sangat dinantikan para peserta Pesantren Kilat (Sanlat) kelas 4 dan 5. Tentunya hal ini menjadi sebuah kegiatan yang menarik dan unik bagi para siswa.
Meski hanya berlangsung sekira 30 menit, para siswa tampak gembira serta menikmati permainan tersebut. Tak jarang sesekali beberapa siswa masih ragu dan belum berani menendang bola.
Agus Gunawan, S.Pd.I Ketua Panitia Pesrom SDIT Salsabila menuturkan kegiatan sepak bola api ini bertujuan untuk sebagai sarana hiburan dan ajang melatih keberanian para siswa pesantren.
"Melalui sepakbola api ini menjadi sebuah sarana untuk menghibur para santri dan siswa sekaligus melatih keberanian anak-anak," jelas Agus.
Selain itu, melalui kegiatan ini para siswa serta guru dan pengurus SDIT Salsabila Klaseman juga sekaligus memberikan semangat kepada tim Atlit Indonesia yang akan bertanding dan berlaga pada ajang Asian Games 2018 mendatang di Jakarta dan Palembang.
"Semoga Indonesia dapat meraih prestasi dan jaya selalu," pungkasnya.