Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sejumlah Saksi Diperiksa Terkait Pembantaian Orangutan di Seruyan

Hasil pemeriksaan, bangkai orangutan dewasa yang ditemukan tersebut terlihat adanya penganiayaan dengan adanya peluru senapan angin

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Sejumlah Saksi Diperiksa Terkait Pembantaian Orangutan di Seruyan
Tribun Kalteng/Fathurahman
Kabid Humas Polda Kalteng, AKBP Hendra Rochmawan 

Laporan Wartawan Banjarmasinpost.co.id Faturahman

TRIBUNNEWS.COM,  PALANGKARAYA - Penyidik Polres Seruyan, hingga, Kamis (12/7/2018) masih menyelidiki kasus pembantaian orangutan yang terjadi di perusahaan besar swasta (PBS) Kelapa Sawit di Kabupaten Seruyan.

Kasus pembantaian satu orangutan dewasa hasil rehabilitasi yang sudah dilepaskiarkan diberi nama (Baen) ditemukan mati di salah satu kawasan PBS Sawit di Kabupaten Seruyan, Kalteng.

Bangkai orangutan ditemukan di kawasan perkebunan besar swasta PT Wana Sawit Subur Lestari (WSSL) II, oleh Tim Rescue BKSDA Kalteng, BPPHLHK Wilayah Kalimantan, Balai Taman Nasional Tanjung Puting, dan Orangutan Foundation International (OFI).

Hasil pemeriksaan, bangkai orangutan dewasa yang ditemukan tersebut terlihat adanya penganiayaan dengan adanya peluru senapan angin dan bekas sabetan senjata tajam dibeberapa bagian tubuh binatang yang dilindungi dan menjadi icon Provinsi Kalteng tersebut.

Kabid Humas Polda Kalteng, AKBP Hendra Rochmawan, Kamis (12/7/2018) mengungkapkan, pihak penyidik Polres Seruyan hingga, saat ini masih, melakukan pemeriksaan beberapa saksi diantaranya adalah karyawan dari perusahaan dan warga sekitar kebun.

"Sudah beberapa orang saksi yang diperiksa termasuk karyawan PBS Sawit. Namun, pembantaian orangutan tersebut tidak melibatkan perusahaan, tetapi hanya perorangan saja, karena sebagai pelapor penemuan orangutan yang tewas adalah pihak perusahaan ." ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Bahkan, pihak perusahaan selama dilakukan penyelidikan dan olah TKP pihak perusahaan juga aktif, karena perusahaan tersebut juga sangat peduli dengan pelestarian orangutan, meski begitu karyawannya, turut diperiksa.

"Kami sudah kantongi identitas pelaku, namun pelakunya hanya secara perorangan saja, nanti akan kami ungkapkan ketika bukti dan saksi sudah lengkap, saat ini masih dalam proses,"ujar Mantan Kapolres Palangkaraya ini. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas