Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Simpan Uang di Celengan Bambu, Lelaki Buruh Harian Ini Akhirnya Pergi Naik Haji Bersama Istrinya

Berkat kegigihannya menabung selama 14 tahun, dia dan suaminya berkesempatan menunaikan ibadah haji pada tahun 2018.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Simpan Uang di Celengan Bambu, Lelaki Buruh Harian Ini Akhirnya Pergi Naik Haji Bersama Istrinya
Kompas.com
Mukhlisah adalah istri dari Abdul Chamid (59). 

Setiap hari, Mukhlisah memasukkan uang ke celengan dengan nominal yang tak pasti.

"Kadang ya lima ratus rupiah, kadang ya seribu. Kadang-kadang sepuluh atau dua puluh ribu. Tidak pasti, tergantung berapa yang bisa disisihkan. Tapi setiap hari harus ada yang masuk celengan," tutur Mukhlisah.

Mengumpulkan dan menyimpan uang dalam celengan bambu untuk biaya pergi haji dilakukan Mukhlisah tanpa sepengetahuan suaminya.

Apalagi, upaya menabung tersebut tidak mengurangi biaya pendidikan untuk ketiga anaknya.
Tiga anak mereka semuanya bisa sekolah dan tidak terganggu dengan usaha ibunya menabung.

"Sekarang yang masih sekolah tinggal satu. Sekarang anaknya sekolah di MAN Tambakberas di kawasan Pondok Bahrul Ulum," kata Mukhlisah.

Abdul Chamid menambahkan, anak ketiganya saat ini tengah menempuh pendidikan jenjang SMA.

Sedangkan dua kakaknya sudah menamatkan pendidikan pada tingkat sarjana.

Rekomendasi Untuk Anda

"Anak yang pertama sudah menikah dan punya dua anak. Lalu anak yang kedua, dulu kuliah di STKIP Jombang dan sekarang sudah menikah juga," terangnya.

Selama istrinya menabung untuk biaya ibadah haji, Abdul Chamid mengaku tidak pernah tahu berapa perolehan tabungan yang berhasil dikumpulkan istrinya.

"Sudah dapat berapa saya tidak pernah tahu. Celengannya disimpan di mana saya juga tidak tahu," bebernya.

Celengan dari bambu yang digunakan Mukhlisah untuk menyimpan uang sebagai tabungan haji ada 2 buah.

Kedua celengan itu dulunya dibuatkan oleh Abdul Chamid atas permintaan istrinya.

Namun, selama menabung, Mukhlisah sangat rapi menyimpan celengannya.
"Bapaknya memang tidak pernah tahu. Tahu-tahu ya waktu saya minta untuk buka dua celengan," timpal Mukhlisah.

Tahun 2010, usia tabungan dari Mukhlisah dalam celengan bambu diperkirakan sudah mencapai 10 tahun.

Karena takut uang ada yang rusak serta nominalnya juga diperkirakan cukup untuk mendaftar haji, Mukhlisah akhirnya memutuskan untuk membukanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas