Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pasukan Penegak Demokrasi Tuntut Pembebasan 7 Aktivis Lingkungan Hidup di Sukoharjo

Tujuh orang diamankan kepolisian setempat sejak 4 Maret karena diduga menjadi dalang kerusuhan di depan pabrik PT Rum pada 23 Februari 2018.

Pasukan Penegak Demokrasi Tuntut Pembebasan 7 Aktivis Lingkungan Hidup di Sukoharjo
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Sejumlah orang menggelar unjuk rasa di depan Kantor Pengadilan Negeri Bandung Jalan LLRE Martadinata Bandung, Selasa (7/8/2018). Massa mengatasnamakan diri Pasukan Penegak Demokrasi. TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Sejumlah orang menggelar unjuk rasa di depan Kantor Pengadilan Negeri Bandung Jalan LLRE Martadinata Bandung, Selasa (7/8/2018). Massa mengatasnamakan diri Pasukan Penegak Demokrasi.

"Kami menuntut tujuh aktivis lingkungan hidup di Kabupaten Sukoharjo dibebaskan serta menuntut perusahaan tekstil, PT RUM untuk ditutup karena mencemari lingkungan," ujar Zahra dalam keterangan tertulisnya.

Seperti diketahui, tujuh orang diamankan kepolisian setempat sejak 4 Maret karena diduga menjadi dalang kerusuhan di depan pabrik PT Rum pada 23 Februari 2018.

Mereka berunjuk rasa karena perusahaan tekstil tersebut diduga mencemari udara dan air di sekitar pabrik.

Zahra menyebut, pencemaran lingkungan perusahaan tersebut berdampak pada warga yang mengalami gangguan kesehatan.

Baca: Dugaan Perbuatan Asusila di Gedung DPRD Batam Berawal dari Penemuan Handuk Basah

Perusahaan hanya diberi sanksi administratif ‎sesuai ketentuan di Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Lingkungan Hidup.

Undang-undang tersebut mengatur pemberian sanksi administratif oleh pemerintah daerah pada perusahaan yang limbahnya melebihi baku mutu.

Setelah sanksi administratif diberikan namun jika dikemudian hari masih melakukan hal yang sama, dilanjutkan dengan proses pidana.

"Warga sudah melaporkan pencemaran tersebut tapi tidak ditindaklanjuti serius. Malah mereka justru ditangkap. Perusahaan justru hanya disanksi administratif berupa penghentian produksi sementara,"‎ ujar dia.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas