Bekas Sawah dan Irigasi Kumuh di Magelang Disulap Jadi Taman Bunga Indah
Siapa menyangka jika bekas lahan persawahan yang kurang terawat dan saluran irigasi yang kumuh ternyata dapat berubah menjadi sebuah taman yang indah
Editor: Sugiyarto
Tercetuslah ide untuk membuat sebuah taman, taman bunga dengan konsep yang berbeda dan unik.
"Kami segera menemui Kepala Desa dan memberikan konsep dari kita, untuk membuat sebuah taman. Usulan kami pun disetujui."
"Lahan bengkok milik Kepala Desa dipasrahkan kepada kami. Pemuda desa langsung berkumpul dan membahas pembuatan taman tersebut," ujar Kurniawan, Kamis (16/8) saat ditemui di Taman Ramadanu.
Begitu disetujui, para pemuda desa setempat langsung berkumpul dan membahas pembangunan taman Ramadanu.
Pemuda yang tergabung dalam karangtaruna dibagi menjadi dua tim, tim pembibitan yang menangani bibit tanaman bunga.
Kemudian tim pertamanan yang membahas desain dan konsep taman.
Bunga selosia, atau dikenal dengan Bunga Jengger Ayam dipilih menjadi tanaman penghias.
Bunga selosia sendiri adalah tanaman sejenis bayam-bayaman yang endemik dari daerah Afrika.
Saat mekar, bunganya berwarna kuning dan merah.
Bunga tersebut kemudian ditanam di taman Ramadanu.
"Bunganya kami pilih jengger ayam, semacam tanaman bayam-bayaman endemik dari Afrika cocok tumbuh di sini dengan tipikal pencahayaan dan panas yang cukup. Bunganya indah. Pemeliharaan pun cukup disiram di pagi dan sore hari. Waktu mekarnya pun tiga bulan sekali," kata Kurniawan.
Tanaman bunga selosia ditanam melingkar di sekeliling taman, menyerupai crop circle.
Kemudian, para pemuda membangun kincir angin di tengah-tengahnya.
Bahan-bahannya diambil dari limbah kayu yang ada di sekitar desa.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.