Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rumah yang Digerebek Terkait Human Trafficking Sering Antar Orang Cacat

Selama ini SN diketahui bekerja sebagai truk ekspedisi, namun setiap pagi ia mengaku melihat ngantar orang-orang cacat

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Rumah yang Digerebek Terkait Human Trafficking Sering Antar Orang Cacat
istimewa
Rumah di Gang Lobak, Jagabaya 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Penggrebekan  rumah di Jalan Lobak, Kelurahan Jagabaya II, Kecamatan Way Halim, Rabu 16 Agustus 2018 malam yang diduga komplotan human trafficking, ternyata milik sang ketua komplotan SN (41).

Widianto (48), Ketua RT 06 LK III Kelurahan Jagabaya II, Kecamatan Way Halim mengaku, bahwa SN adalah warganya.

"Memang semalam itu saya dapat informasi adanya penangkapan (SN), tapi kasusnya saya tidak tahu persis," ungkap Widi, Kamis 16 Agustus 2018.

Widi pun menuturkan, selama ini SN diketahui bekerja sebagai truk ekspedisi, namun setiap pagi ia mengaku melihat ngantar orang-orang cacat.

"Kalau (Human Trafficking) saya gak paham, setahu saya setiap hari keluar dari rumahnya itu mengantar orang cacat, tiap pagi, kadang dia sendiri kadang orang lain. Kayak punya anak buah, dibonceng diapit, kadang dua motor," sebutnya.

Widi pun mengaku, jika kegiatan SN ini sudah berlangsung sejak satu tahun lalu.

Baca: Sekjen PDIP: Mahar Rp 1 Triliun Cacat Demokrasi

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau tinggal di sini sudah tiga tahun, itukan rumah warisan istrinya. Dan orangnya memang jarang ngobrol," tutupnya.

Sementara itu, salah satu kerabat IS mengaku, bahwa rumah SN sering dijadikan tempat orang cacat.

"Ya keluar masuk, kadang satu dua, dan saya gak pernah nanya, orang cacat itu nngapain dan itu sudah lama," sebutnya.

Saat penangkapan, IS mengaku tidak tahu, lantaran ia setelah pukul 18.00 WIB memilih untuk mengurung diri di rumah.

"Soalnya di rumah itu rame, terus kalau pagi itu sering banyak botol-botol minuman," sebutnya.

Is pun menuturkan, SN sendiri tinggal disitu bersama istrinya.

RM sendiri adalah kakak dari SN, dan NN adalah kemenakan.

Baca: Viral Video Pengemis Ambil Uang Rp115 Juta di Bank, Pihak Keluarga Beri Klarifikasi

"Kalau lainnya saya gak tahu, kalau ramai-ramai orang disiksa gak pernah dengar," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, Petugas Subdit III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Lampung membongkar komplotan yang diduga melakukan praktek perdagangan manusia (Human Trafficking) dengan cara mempekerjakan secara paksa para Lansia atau cacat untuk mengemis.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas